Sepi Pemudik, 50% Bus AKAP Malang Dikandangkan

Sepi Pemudik, 50% Bus AKAP Malang Dikandangkan

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2005 17:24 WIB
Malang - H-9 menjelang lebaran, sejumlah pengelola bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di Terminal Arjosari Malang mengeluh sepi tidak mendapatkan penumpang. Akibatnya mereka harus mengandangkan 50 persen armadanya untuk menutup kerugian biaya operasional. "Lebaran tahun ini sepi. Dibandingkan dengan lebaran lalu, jumlah penumpang sekarang turun hingga 50 persen, Mas," kata Kepala Operasional Bus Lorena, Sholeh, di Terminal Arjosari, Malang, Selasa (25/10/2005). Menurutnya, pada H-9 biasanya arus mudik dari Jakarta menuju Malang sudah rami. Bahkan saat para pemudik sampai di Arjosari, mereka langsung memesan tiket untuk kembali lagi ke Jakarta. "Sampai sekarang tiket jurusan Malang-Jakarta masih masih belum banyak yang terjual," keluh Sholeh. Dari beberapa bus AKAP jurusan Malang-Jakarta, seperti Lorena, Kramat Jati, Pahala Kencana dan Karina yang berada di Arjosari, setiap hari sebelum ada kenaikan harga BBM, mereka memberangkatkan armada sebanyak 5 bus. Namun saat ini mereka hanya memberangkatkan 2 bus saja. "Sejak BBM naik, penumpang turun drastis. Dari 30 kursi, yang terisi hanya 8 hingga 15 orang,"curhat Sholeh. Pada H-7 menjelang lebaran dan sesudah lebaran, tiket bus jurusan Malang-Jakarta kelas eksekutif dan sebaliknya dipatok menjadi Rp 350 ribu dari tarif sebelumnya, Rp 115 ribu."Kenaikan ini untuk menutup biaya operasional yang membengkak 100 persen karena kenaikan BBM," katanya.Sriwijaya Air LarisSatu-satunya angkutan udara yang melayani Jakarta-Malang, Sriwijaya Air, sekitar 80 persen tiketnya sudah habis terjual sejak awal puasa lalu. "Masyarakat yang akan mudik ke Malang jauh hari sudah memesan tiket pulang pergi. Bahkan mereka memesan tiket sejak awal puasa lalu," kata Distrik Manager Sriwijaya Air Malang, Arif Budiono, saat ditemui di kantornya, Jalan Bromo Malang, Selasa (25/10/2005). Ia menambahkan, dari 125 tempat duduk yang disediakan dalam setiap penerbangan, 80 persennya telah dipesan. Bahkan seluruh tiket tujuan Malang untuk H-1 pun sudah habis terjual. Sedangkan tiket untuk arus balik Malang -Jakarta pada H+3 hingga H+6 juga sudah dipesan masyarakat sejak sebulan menjelang lebaran. Menurut Arif, animo masyarakat Malang dalam menggunakan jasa Sriwijaya Air karena maskapai itu satu-satunya pesawat yang melayani rute penerbangan Malang-Jakarta. Jadi masyarakat untuk mudik ke Malang sudah tidak perlu memakan banyak waktu dan biaya. Padahal sejak adanya kenaikan harga BBM lalu, penumpang Sriwijaya Air mengalami penurunan hingga 50 persen. Dari 125 kursi yang ada, dalam satu harinya kursi Sriwijaya hanya terisi 60 hingga 70 kursi saja. Sriwijaya Air mematok tarif untuk jurusan Jakarta-Malang sebaliknya dengan harga Rp 328 ribu hingga Rp 728 ribu, tergantung dari batas masa berlakunya. Dalam satu harinya Sriwijaya Air hanya mengoperasikan satu pesawat, yang berangkat dari Jakarta pada pukul 08.30 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Malang menuju Jakarta pada pukul 10.20 WIB. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads