Golkar Minta Kader yang Ajukan Mosi Tak Percaya ke Airlangga Tak Merengek

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 30 Agu 2019 20:59 WIB
Foto: Wasekjen Golkar Maman Abdurrahman. (Tsarina-detikcom)
Jakarta - Wasekjen Golkar Maman Abdurrahman balas menyatakan rasa tidak percayanya kepada para kader yang mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Maman menyebut gerakan itu seperti anak kecil yang meminta sesuatu.

"Apabila teman-teman mau munas ya kita semua juga setuju munas dan sudah akan diagendakan bulan Desember, yang sebenarnya mereka bersyukur kalau munasnya Desember, maka akan ada waktu konsolidasi dan persiapan buat mereka, begitu juga untuk penyelenggara munas," kata Maman kepada wartawan, Jumat (30/8/2019).

"Tapi kok jadi kayak anak kecil merengek-rengek minta munas sebelum bulan Oktober, ada apa ini? Akhirnya kan wajar saja kalau semuanya curiga," imbuhnya.


Terkait desakan agar DPP Golkar segera mengadakan rapat pleno, Maman mengatakan pleno masih menunggu keputusan resmi dari KPU. Sementara, jika alasan mengajukan mosi tidak percaya karena penurunan perolehan kursi Partai Golkar, Maman meminta rekan-rekannya itu untuk introspeksi.

"Kalau alasan teman-teman menyatakan mosi tidak percaya karena kinerja atau penuruan perolehan kursi, saran saya teman-teman semua lebih kita introspeksi diri kita masing-masing. Jangan terbiasa menjadi orang yang kebanyakan menanyakan apa yang sudah diberikan orang lain kepada partai ini, tetapi coba belajar untuk menanyakan apa yang sudah kita berikan kepada partai ini," ujar Maman.

Maman lalu balik mempertanyakan mengapa para kader yang mengajukan mosi tidak percaya itu tidak pernah melakukan rapat dan membuat program. Menurut Maman, jika memiliki jagoan di munas, sebaiknya beradu ide untuk meyakinkan pemilik suara.

"Jadi menurut saya kalau punya jagoan di munas, kita fokus pada tawaran-tawaran program dan adu ide maupun gagasan saja terkait mengenai Partai Golkar lima tahun ke depan, dan turun yakinkan teman-teman pemilik suara di bawah," ucapnya.

Pengurus pleno DPP Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab sebelumnya mengatakan mosi tidak percaya ini dilayangkan untuk menjaga eksistensi dan keutuhan Partai Golkar. Sirajuddin menilai Partai Golkar saat ini dalam keadaan mengkhawatirkan karena kegiatan di dalam kantor DPP yang tidak berjalan.

"Tujuan utama untuk menjaga eksistensi, kelangsungan, dan keutuhan Partai Golkar, dalam rangka melanjutkan pengabdian dan karya-karya pembangunan bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia," kata Sirajuddin dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jaksel.

"Melihat kantor DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, yang telah lumpuh dari semua aktivitas normal keorganisasian Partai Golkar, kami pengurus harian dan pengurus Pleno DPP Partai Golkar menilai DPP Partai Golkar dalam keadaan berbahaya dan mengkhawatirkan," sebut dia. (azr/idn)