Sekjen KIK Jokowi Kumpul Bahas Papua, Siapkan Draf Rekomendasi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 30 Agu 2019 20:22 WIB
Pertemuan elite KIK pendukung Jokowi membahas soal Papua. (Dok. Facebook Verry Surya Hendrawan)
Pertemuan elite KIK pendukung Jokowi membahas soal Papua. (Dok. Facebook Verry Surya Hendrawan)
Jakarta - Sekjen Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan hari ini. Pertemuan itu disebut membahas soal permasalahan Papua.

"Ya kumpul sharing ya, diskusi, ada juga kita prihatinkan terkait dengan kondisi Papua. Sharing-sharing aja, diskusi. Sebagai partai koalisi kita prihatin dan ikut untuk mem-backup pemerintahlah supaya penyelesaian Papua ini bisa dilaksanakan dengan baik dan tepat," kata politikus PPP Ade Irfan Pulungan kepada wartawan, Jumat (30/8/2019).


Irfan hadir mewakili Sekjen PPP Arsul Sani. Irfan mengatakan partai koalisi ingin membantu memberikan pendapat dan pandangan kepada pemerintah terkait masalah Papua.

"Paling tidak kan diarahkan untuk semua partai koalisi itu berkomunikasi ke partai jajarannya di bawah, misal tadi Papua, supaya lebih mengetahui bagaimana sih persoalan yang ada. Dan pendekatan penyelesaiannya kan secara kekeluargaan dan diplomatislah," jelasnya.

Tak hanya itu, para Sekjen KIK juga menyiapkan draf rekomendasi terkait permasalahan di Papua. Menurut Irfan, hasil rekomendasi itu akan diserahkan kepada pihak-pihak yang terkait dengan penanganan masalah Papua.

"Seperti itulah (ada draf rekomendasi). Sebenarnya bukan ke Pak Jokowi ya, tapi kan ke siapa pun yang akan menyelesaikan masalah ini. Apakah misalnya pemerintahan daerah, apakah kepada TNI/Polri sebagai aparat penegak hukum, apakah pada siapalah gitu," ujar Irfan.


Pertemuan para Sekjen KIK berlangsung selama satu jam siang tadi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan itu dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen NasDem Johnny G Plate, Sekjen Hanura Heri Lontung Siregar, serta Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.

Selain itu, hadir Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, politikus PPP Ade Irfan Pulungan, dan politikus PBB Sukmo Harsono. (azr/gbr)