Kapolsek Terluka tapi Selamat, Sejumlah Polisi Disandera Mahdi

Bentrok di Palu

Kapolsek Terluka tapi Selamat, Sejumlah Polisi Disandera Mahdi

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2005 16:20 WIB
Palu - Sekitar pukul 16.30 Wita, Kapolsek Palu Barat AKP Bayu Wijanarko dengan napas tersengal-sengal datang ke posko pengamanan di lokasi markas ajaran Mahdi. Dia terluka di bagian kepalanya. Menurut dia, masih ada sejumlah polisi yang disandera Mahdi. Kapolsek berhasil menyelamatkan diri dengan kepala berdarah. Dia mengalami luka lebar di bagian belakang kepalanya. Seperti luka terkena parang. Meski darah terus mengucur, dia masih tetap sadar dan menceritakan kejadian ini. Seperti diberitakan, bentrokan antara pengikut ajaran Mahdi dengan polisi terjadi di Dusun Salena, Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (15/10/2005) pukul 14.00 Wita. Lokasi ini berada 11 km arah barat kota Palu. Sebelum bentrokan, belasan polisi yang dipimpin Kapolsek Palu Barat dan Kasat Samapta Polres Palu AKP Fuadi mendatangi markas Mahdi. Mereka akan membawa Mahdi ke Mapolsek Palu Barat untuk diperiksa terkait ajarannya yang telah meresahkan warga sekitar. Namun, Mahdi menolak. Puluhan pengikutnya pun marah. Dengan berbekal parang, mereka menyerang aparat kepolisian yang saat itu mengenakan pakaian sipil (preman). Sebagian besar aparat yang mendatangi markas Mahdi memang dari unit reserse. Setelah diserang, aparat pun membalas dengan tembakan. Namun, akhirnya polisi terdesak setelah peluru mereka habis. Aparat kepolisian mundur untuk menyelamatkan diri dari amukan pengikut Mahdi. AKP Fuadi sendiri tewas di lokasi kejadian terkena bacokan di bagian perutnya. Hingga pukul 16.50 WIB, Kapolsek masih ditangani oleh tim medis di lokasi kejadian. Saat berhasil menyelamatkan diri, Kapolsek bisa mempertahankan satu senjata apinya. Sementara satu senjata api yang dibawanya dirampas oleh pengikut Mahdi. Kapolsek menceritakan, saat dirinya mundur, malah jatuh ke jurang. Dia akhirnya bisa selamat dari serangan pengikut Mahdi. Menurut dia, pengikut Mahdi kabur ke arah bukit. "Teman-teman kita masih banyak yang disandera. Mereka juga merampas senjata," kata Kapolsek. Selain Kapolsek, dua anggota reserse lainnya juga bisa menyelamatkan diri. Kedua anggota reserse itu bernama Nasrun dan Yunan. Begitu muncul di pos keamanan di markas Mahdi, keduanya langsung dibopong oleh aparat Brimob.Keduanya tampak letih, ngos-ngosan dan merintih. Keduanya tampak terluka. Di bagian tubuhnya terdapat luka seperti cambuk. Saat ini, keduanya juga sedang ditangani tim medis. (asy/)


Berita Terkait