4 Titik Rawan KA di Jalur Selatan
Selasa, 25 Okt 2005 15:48 WIB
Yogyakarta - Sedikitnya terdapat empat titik rawan bencana longsor dan banjir di wilayah jalur selatan lintasan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta. Keempat titik rawan itu antara Stasiun Wates dengan Sentolo Kulonprogo, Stasiun Patukan Gamping Yogyakarta, Kedung Banteng Sragen dan antara Goprak - Sumber Lawang Sragen."PT KAI Daop VI/Yogyakarta sudah siap mengantisipasi kerawanan banjir dan tanah longsor di keempat titik rawan tersebut. Semua peralatan dan material sudah kita persiapkan sejak awal bulan puasa," kata Humas Daop VI/Yoogyakarta, Muh. Bashori, kepada wartawan di kantornya, Jl Lempuyangan, Selasa (25/10/2005).Titik rawan di wilayah di antara Stasiun Wates - Stasiun Sentolo tepatnya di kilometer 517+200 antara Wates dan Sentolo, kilometer 539+300 antara Stasiun Patukan - Yogyakarta, kilometer 224+400 antara Kedungbanteng dan Kebonromo Sragen dan di kilometer 74+600 antara Goprak dan Sumber Lawang Sragen. "Selain itu di empat titik tersebut, kita juga mengawasi di beberapa titik lain terutama di wilayah barat antara Stasiun Jenar hingga Kutoarjo," katanya. Untuk mengantisipasi semua kerawanan di sepanjang lintasan saat arus mudik lebaran yang bertepatan dengan musim hujan, PT KA menyiapkan alat berat (crane) dan material pasir dalam karung dan batu kricak yang disimpan di gerbong KA. Semua peralatan tersebut sudah siap setiap saat untuk diberangkatkan ke lokasi bila terjadi bencana. Pada setiap jalur rawan banjir, PT KA juga telah menyiapkan petugas jaga banjir, cadangan bantalan, cadangan balas kricak, serta kereta penolong."Alat-alat tersebut kita tempatkan di beberapa tempat yang dengan lokasi untuk memudahkan mobilitas. Bila rel ada yang tergenang petugas tinggal menguruk dengan pasir dan batu kricak," katanya. Menurut Bashori, saat ini kondisi jalur rel KA juga dipantau terus selama 24 jam nonstop di Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api milik Daop VI. Setiap stasiun wajib memberikan laporan setiap saat. Apabila ada gangguan seperti banjir, longsor, atau kereta anjlok, informasi dapat disampaikan lebih cepat. "Kami juga meminta juru pemantau jalur KA untuk meningkatkan pengawasan di sepanjang rel-rel. Bila ada kerusakan petuga bila langsung melaporkannya," ungkapnya.
(nrl/)











































