Senang Terima SLT, Ada Warga Pilih Harga Tidak Naik
Selasa, 25 Okt 2005 15:37 WIB
Cibinong - Para warga miskin di Cibinong, Jawa Barat, mengaku senang mendapat subsidi langsung tunai (SLT) kompensasi kenaikan harga bahan bakar bakar (BBM). Namun ada warga, yang jika bisa memilih, lebih suka suka harga BBM tidak naik.Demikian hasil pemantuan detikcom atas penyaluran SLT di Cibinong, Jawa Barat. Pembagian untuk sekitar 600 kepala keluarga (KK) ini berlangsung di Kantor Pos, Jl. Tegar Beriman, Cibinong.Untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, tempat antrean dibagi dua, salah satunya ditujukan bagi kaum lanjut usia (lansia). Sebanyak 30 personel polisi diturunkan untuk mengamankan pembagian dana SLT.Kebanyakan warga yang ditemui detikcom mengaku senang mendapat bantuan Rp 300 ribu. Safri (37), warga Kelurahan Tajur Halang, Bogor, mengaku uangnya akan digunakan untuk biaya sekolah anak dan keperluan lain. "Saya senang dibantu begini. Bahkan lebih dari senang," katanya.Safri sehari-harinya menjadi tukang urut dengan penghasilan Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Kalau tidak ada pasien yang diurut, maka ia tidak memperoleh penghasilan sama sekali. Karena itu bantuan Rp 300 ribu untuk tiga bulan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM sangat berarti baginya.Nani (65), warga Tajur Halang, juga mengaku senang. Namun, apabila bisa memilih, ia lebih memilih harga bahan-bahan pokok tidak naik. "Saya susah, harga minyak tanah naik, semua jadi naik. Saya tidak bekerja dan hanya mengharapkan uang dari anak," katanya.Penyaluran dana SLT ini akan ditinjau oleh Menko Kesra Alwi Shihab. Alwi, yang tiba pukul 15.00 WIB, akan berdialog dengan camat dan lurah setempat mengenai proses pendataan dan pembagian dana SLT.
(gtp/)











































