Bentrok di Palu
1 Polisi dan 1 Pengikut Mahdi Tewas, Beberapa Orang Luka
Selasa, 25 Okt 2005 15:34 WIB
Palu - Bentrokan antara polisi dengan pengikut ajaran Mahdi menimbulkan korban. Seorang polisi dan seorang pengikut ajaran Mahdi tewas. Sementara beberapa orang lainnya dari kedua belah kubu terluka. Bentrokan ini cukup dahsyat. Polisi menggunakan pistolnya, sementara para pengikut ajaran Mahdi menyerang polisi dengan parang. Polisi hanya berjumlah belasan orang, sementara pengikut ajaran Mahdi puluhan orang. Duel mematikan ini terjadi di markas Mahdi di Dusun Salena, Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah sekitar pukul 14.00 Wita, Selasa (25/10/2005). Lokasi ini sekitar 11 km arah barat Kota Palu. Dalam bentrokan itu, polisi terdesak mundur, ketika peluru pistol mereka habis. Polisi mengambil langkah seribu untuk menyelamatkan diri. Tapi, karena situasi begitu genting, banyak anggota polisi yang akhirnya kejeblos masuk jurang dan terluka saat menyelematkan diri itu. Sementara pengikut Mahdi kemudian memilih kabur. Naas bagi Kasat Samapta Polres Palu AKP Fuadi. Saat berjibaku dengan pengikut Mahdi, AKP Fuadi terkena bacokan yang menyayat perutnya. Bles!! Darah langsung mengucur deras. Tak lama kemudian, Fuadi pun tewas di lokasi. Saat ini, jenazah Fuadi sudah dibawa ke RS Wirabuana, Palu. Begitu juga para polisi yang menjadi korban luka dilarikan ke RS itu untuk dirawat. Sementara itu, korban tewas dari pihak pengikut Mahdi belum diketahui identitasnya. Hingga berita ini diturunkan, korban tewas itu masih berada di lokasi. Kepalanya tampak ditutupi seng. Kapolresta Palu AKBP Guntur Widodo yang telah tiba di lokasi satu jam setelah bentrokan sudah melihat jenazah pengikut Mahdi itu. Hingga saat ini, tim identifikasi sedang meneliti korban tersebut.
(asy/)











































