Pengikut Ajaran Aneh di Palu Bentrok dengan Polisi
Selasa, 25 Okt 2005 15:19 WIB
Palu - Suara letusan pistol terdengar di Dusun Salena, Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, Palu. Dor..Dor! Aparat kepolisian terpaksa melepaskan tembakan karena mendapat serangan parang oleh puluhan pengikut ajaran aneh pimpinan Mahdi. Bentrokan ini terjadi sekitar pukul 14.00 Wita, Selasa (25/10/2005). Saat itu, polisi mendatangi markas Mahdi (27) dan para pengikutnya. Lokasi markas Mahdi ini berada sekitar 11 km arah barat Kota Palu. Ajaran Mahdi ini sudah membuat warga setempat resah. Ciri dari ajaran Mahdi ini, para pengikut ajaran ini selalu mengenakan ikat kepala warna putih dan berselempang warna kuning. Mahdi mengaku beragama Islam. Namun, anehnya Mahdi dan pengikutnya tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Mahdi mencampurkan Islam dengan adat. Karena telah membuat resah masyarakat, aparat kepolisian pun memeriksa seluk beluk ajarannya. Sabtu (22/10/2005) aparat kepolisian telah mendatangi Mahdi dan berusaha membawanya ke Mapolsek Palu Barat. Namun, saat itu, Mahdi menolak untuk diperiksa. Akhirnya, Selasa (25/10/2005), aparta kepolisian mendatangi markas Mahdi dan pengikutnya. Mahdi dan pengikutnya ini memang hidup berkelompok. Mereka menghuni sekitar 10 rumah di Dusun Salena. Dan pada pukul 13.00 Wita, aparat kepolisian tiba di markas Mahdi. Rombongan polisi terdiri dari Kapolsek Palu Barat AKP Bayu Wijanarko, Kasat Samapta Polres Palu AKP Fuadi, Kanit Buser Polresta Palu Bripka Umar, dan beberapa anggota serse lainnya. Jumlah rombongan polisi belasan orang. Polisi meminta Mahdi menerima ajakan polisi untuk dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa. Namun, Mahdi menolak. Saat itu, puluhan pengikutnya menjaga Mahdi. Mereka bersenjatakan parang. Saat itu, sebagian dari mereka juga mengenakan ikat kepala warna putih dan selempang kuning. Mahdi tetap menolak untuk dibawa ke Mapolsek Palu Barat. Akhirnya, terjadilah perang mulut di antara mereka. Sampai akhirnya, tiba-tiba pengikut Mahdi menyerang polisi dengan parang. Aparat pun membalas dengan tembakan pistol. Sejumlah orang, baik pengikut Mahdi maupun polisi, terkapar bersimbah darah. Polisi terdesak dan mundur. Sementara pengikut Mahdi pun melarikan diri. Hingga pukul 15.00 Wita, situasi di lokasi kejadian masih tampak tegang. Aparat kepolisian juga sudah menambah kekuatan di lokasi. Saat ini, setidaknya ada 1 kompi Brimob yang dikerahkan ke lokasi. Belum diketahui secara pasti jumlah korban tewas, maupun luka-luka.
(asy/)











































