detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 14:58 WIB

Cicipi Hangatnya Wine Pala dari Siau yang Diburu Para Bule

Mustiana Lestari - detikNews
Cicipi Hangatnya Wine Pala dari Siau yang Diburu Para Bule Foto: Mustiana Lestari
Jakarta - DWarnanya coklat pekat. Sementara aromanya begitu menyengat khas tanaman asli Nusantara, pala. Begitu diteguk, dalam per sekian detik minuman ini langsung bereaksi dengan tubuh menghasilkan sensasi hangat. Itu kira-kira gambaran tentang wine pala yang dihasilkan Desa Beong, Siua, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara,

"Sama seperti wine biasanya. Aromanya kuat dengan rasa pahit, asam dan manis berpadu," kata wisatawan asal Jakarta, Tommy, saat meneguk wine atau anggur Pala, Kamis (16/8/2019).


Tak banyak pikir, Tommy pun langsung membawa pulang 2 botol wine seharga Rp 30 ribu itu ke Jakarta.

Berbotol-botol wine yang tersaji di hadapan Tommy tersebut dibuat oleh Melliy Manginsihi dan ibu-ibu PKK lainnya di Desa Beong.

Melliy mengatakan pembuatan wine pala ini bermula dari pelatihan di Manado oleh seorang Wine Sommelier asal Prancis. Dia bersama dua orang lainnya belajar membuat wine selama seminggu pada 2009 lalu. Bagian pala yang dipakai berupa buah.

"Pengolahan pala dikukus diperas dan diambil sarinya lalu ditambah sari toauge yang direbus. Lalu dimasak pakai gula baru difermentasi 1 bulan. Dikemas dalam botol kaca," terang Melliy.


Dengan kadar alkohol hingga 14% serta citarasa khas, wine pala pun berhasil memikat wisatawan, utamanya para bule.

"Kata bule enak karena beda soalnya dia panas. Kalau nelayan masuk angin bisa minum itu juga biar berkeringat," ucapnya sambil tersenyum.


Cicipi Hangatnya Wine Pala dari Siau yang Diburu Para Bule Melliy Manginsihi/Foto: Mustiana Lestari

Usaha ibu-ibu PKK ini pun didukung oleh Kepala Desa Beong, Hervie Mandak. Hervie mengaku dana desa sebesar Rp 800 juta yang dia terima, 15% dia gunakan untuk mendukung para pekebun pala serta ibu-ibu pembuat wine pala.

"Tahun lalu sudah dibuat ruangan untuk pembuatan wine pala sama pengadaan alat-alat seperti panci, penggilingan," tandas Hervie.

Namun karena masih dalam pegurusan izin, produksi wine pala masih terbatas dan dibuat sesuai pesanan. Kendati demikian, Hervie bersama Pemkab masih berusaha mengenalkan wine pala dan berharap akan bisa mendunia. Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT klik di sini.


(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com