detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 13:21 WIB

Pulau Kecil di Ujung Sulawesi Hasilkan Pala Kualitas No 1 Dunia

Mustiana Lestari - detikNews
Pulau Kecil di Ujung Sulawesi Hasilkan Pala Kualitas No 1 Dunia Foto: Mustiana Lestari
Jakarta - Siau Nutmeg menjadi salah satu jenis pala yang disebut-sebut punya kualitas terbaik di dunia. Bahkan, sudah jadi langganan ekspor ke Eropa. Beberapa waktu lalu delegasi Uni Eropa pun singgah di pulau yang letaknya di ujung Sulawesi. Mereka meninjau langsung pala-pala hasil dari para petani lokal sebagai bentuk dukungan.

Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran dan Hasil Dinas pertanian Kabupaten Sitaro Noldi Sukandar mengatakan pala yang tumbuh di Pulau Siau terdiri dari beragam varietas.

"Sebenarnya di sini ada 5, pala Banda, pala tobelo. Di sini juga waktu identifikasi ada pala bentuk bulat telur, bola pingpong dan pala hijau. Semua kualitas no 1," jelas dia kepada detik.com di Siau, Rabu (15/8/2019).


Sementara itu, pala yang dipanen tiap tahun dari 3000 petani tersebut juga mempunyai ciri khas lain. Kabid Pertanian dan perkebunan Dinas Pertanian Fonne Katuhu mengatakan faktor yang membuat hasil pala Siau berbeda karena pala tumbuh di tanah vulkanis di kaki gunung Karangetang.

"Yang tumbuh di Pulau Siau kandungan miristisinnya lebih tinggi dari yang lain. Kandungan asirinya lebih banyak. Pengolahan biasanya dari buah pala lalu bijinya langsung diekspor tanpa cangkang atau langsung dengan cangkang," terang Vone.


Bupati Sitaro Evangelian Sasingen pun menyebut petani pala di daerahnya sudah makin kreatif mengolah pala yang panen raya setiap awal dan akhir tahun ini.

"Wine pala masih dikembangkan untuk lokal dan bahan souvenir kami bawa ke seminar untuk pengenalan. Di sini kualitas terbaik karena topografi bebatuan. Kami di sini buah kecil tapi biji besar. Kalau di Maluku biji kecil buah lebih besar. Kan yang punya harga biji dan fulinya," terang Eva.

Pulau Kecil di Ujung Sulawesi Hasilkan Pala Kualitas No 1 Dunia Bupati Sitaro Evangelian Sasingen/Foto: Mustiana Lestari

Eva pun mendukung para petani lokal dengan memberikan bibit kembali jika pohon-pohon pala sudah menua dan produksinya sedikit.

"Kami kembangkan di situ dan bantuan alat pengering karena di sini pengeringan masih secara tradisional," tutupnya.

Dari data yang disampaikan Dinas Pertanian Kabupaten Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro) diketahui produksi biji kering pala semester II tahun 2018 mencapai 3.190,82 ton dengan produksi rata-rata 1.247,99 kg/ha. Sementara jumlah pekebun rumah tangga yang terdaftar sebanyak 3.062 orang.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT klik di sini.


(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com