Menristek Yakin pada Pengalaman Prof Cho Rektor Asing Pertama di RI

Menristek Yakin pada Pengalaman Prof Cho Rektor Asing Pertama di RI

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 29 Agu 2019 12:26 WIB
Menristekdikti M Nasir saat memperkenalkan rektor asing untuk Universitas Siber Asia, Jang Youn Cho. (Aditya Mardyastuti/detikcom)
Menristekdikti M Nasir saat memperkenalkan rektor asing untuk Universitas Siber Asia, Jang Youn Cho. (Aditya Mardyastuti/detikcom)
Jakarta - Profesor asal Korea Selatan, Jang Youn Cho, jadi rektor asing pertama di Indonesia. Menristekdikti Mohamad Nasir yakin pengalaman Profesor Cho yang akan bisa mengangkat perkembangan siber di Indonesia.

"Lah,yang kemarin rektor asing yang kami angkat yang kami resmikan adalah dari Universitas Siber Asia atau Asia Cyber University yang di bawah yayasan, yaitu yang memiliki Universitas Nasional itu, dan ini adalah untuk sibernya mudah-mudah dengan siber ini ini bisa mengangkat untuk cyber Indonesia di kelas dunia nanti," kata Nasir di gedung D, Kemenristekdikti, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Dia mengatakan Profesor Cho punya sederet pengalaman yang mumpuni. Selain pernah menjadi rektor di universitas di Korea Selatan, Profesor Cho pernah menjadi guru besar di Amerika Serikat.


"Karena rektornya itu punya pengalaman di dalam mengelola siber dia sudah punya pengalaman sekitar 12 tahun, dia sebagai rektor di universitas yaitu Hankuk University of Foreign Studies. Jadi untuk universitas yang ada di Korea Selatan di Hankuk itu. Dan dia juga punya pengalaman sebagai guru besar di Amerika 15 tahun, kalau tidak salah di Nebraska di Nebraska University di Amerika," kata Nasir.

Nasir mengatakan Universitas Siber Asia ini ditargetkan akan masuk peringkat 500 besar dunia. Dia sadar, sebagai universitas baru, Universitas Siber Asia tidak akan bisa langsung masuk daftar 100 besar dunia.

Beda halnya dengan universitas yang sudah lebih dulu berdiri. Nasir menginginkan universitas tersebut untuk bisa terus memperbaiki peringkatnya dalam persaingan dengan universitas lainnya.


"Jadi caranya bukan perguruan tinggi baru langsung tiba-tiba jadi peringkat 100 ya enggak mungkin lah kamu apa seperti orang balik tangan nggak mungkin ," ujar dia.

Nasir mengatakan Universitas Siber Asia nantinya akan diawasi Indonesia Cyber Education Institute (ICEI) yang berkantor di Kompleks Kemenristekdikti. ICEI akan mengawasi sistem pembelajaran secara online di Universitas Siber Asia ini berjalan sesuai standar yang ada.


"Universitas Siber Asia nanti akan diawasi oleh namanya ICEI tadi jadi mata kuliahnya terstandardisasi dengan baik atau tidak prosesnya nanti ke depan jangan sampai ini hanya seperti lembaga kursus biasa yang tidak mempunyai nilai tambah bagai anak itu," tuturnya.

Dia mengatakan nantinya mahasiswa Universitas Siber Asia tidak hanya berasal dari dalam negeri. Dia mengatakan sudah ada calon mahasiswa asing dari Asia Tenggara, Asia Barat, dan Asia Timur.


Menristekdikti: Jokowi Setuju soal Rektor Asing, Tapi... (jbr/fdn)