Timbulkan Konflik, SLT Diubah
Selasa, 25 Okt 2005 13:08 WIB
Jakarta - Pemerintah secara intensif mengkaji kemungkinan mengubah sistem pemberian subsidi langsung tunai (SLT) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM pada periode Januari-Februari 2006. Pasalnya, SLT sering menimbulkan konflik dan tindakan anarkis warga."Apabila keadaan terus seperti ini, dalam tahap evaluasi akan terdapat kemungkinan perubahan penurunan subsidi yang sampai saat ini masih dalam tahap pembicaraan," kata Deputi I Menko Kesra Bidang Kesejahteraan Sosial Adang Setiyana kepada detikcom, di kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (25/10/2005).Kemungkinan perubahan yang ada antara lain meliputi pemberian subsidi dalam bentuk tabungan atau peningkatan program padat karya. Kemungkinan lain juga masih sangat terbuka dan akan dibicarakan lebih lanjut.Menurutnya, selain hal-hal yang negatif, sebenarnya secara rasional terdapat pula hal-hal yang positif dari model penyaluran kompensasi BBM lewat SLT. "Ada warga yang bilang bahwa dengan Rp 300 ribu itu mereka bisa mengganti menu yang sehari-hari dengan garam sekarang bisa dengan ikan. Tapi dengan kejadian brutal itu tentu saja akan ada evaluasi yang intens," ujarnya.Ditegaskan Adang, pada saat ini yang menjadi prioritas utama dari Kantor Menko Kesra adalah pembenahan data mengenai jumlah orang miskin, karena masih ada subsidi yang salah sasaran. Seluruh kesalahan pendataan yang terjadi, kata dia, akan menjadi jalan untuk menemukan jumlah akurat dari pendataan masyarakat miskin.
(san/)











































