Ombudsman Sidak Cileungsi, Temukan Ratusan Ikan Mati-Industri Pencemar

Sachril Agustin B - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 12:13 WIB
Ombudsman Jakarta Raya sidak Sungai Cileungsi dan menemukan terjadinya peningkatan pencemaran (Dok. Ombudsman Jakarta Raya)
Ombudsman Jakarta Raya sidak Sungai Cileungsi dan menemukan terjadinya peningkatan pencemaran (Dok. Ombudsman Jakarta Raya)
Bogor - Ombudsman RI Perwakilan Jakarta menemukan peningkatan pencemaran di Sungai Cileungsi. Ombudsman akan meminta Pemprov Jawa Barat untuk menangani pencemaran di Sungai Cileungsi.

"Sidak kemarin adalah tindak lanjut dari LAHP (Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan) tahun sebelumnya. Ditemukan bahwa DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Bogor tidak mampu menangani pencemaran lingkungan di sungai tersebut. Kami melakukan monitoring apakah pencemaran ini berkurang atau tidak. Ternyata setelah dilakukan pengecekan, yang ada malah terjadi peningkatan (pencemaran)," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho, ketika dihubungi, Rabu (28/8/2019).

Ombudsman melakukan sidak pada Selasa (27/8) kemarin. Ombudsman menilai DLH Kabupaten Bogor tak bekerja maksimal karena masih banyak pelanggaran yang ditemukan. Teguh mengatakan air Sungai Cileungsi yang berwarna hitam dan berbau menyengat menyebabkan ekosistem di sungai terganggu.

"Ada ratusan ikan sapu-sapu yang mati. Padahal ikan sapu-sapu itu adalah hewan yang tahan terhadap polutan," lanjut dia.

Ombudsman sempat memeriksa dua industri yang tidak mengelola limbah mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dan tak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik. Akibat pencemaran ini, PDAM Bekasi sudah tak bisa mengambil air baku dari Sungai Cileungsi.

"Jadi kemarin itu ada 40 perusahaan yang izin IPAL-nya tidak baik. Dari 40 itu, kami sudah berikan LAHP-nya kepada DLH Kabupaten Bogor dan dikatakan ada 17 perusahaan yang sudah memperbaiki dokumen. Dari 17 pabrik itu, kita cek dua perusahaan secara random. Tapi kami melihat DLH kabupaten Bogor sudah tidak mampu nih. Ini kan pencemaran sudah lintas antarkota, wilayah Bekasi juga terkena dampak. Ikut terkena dampak. Jadi kami akan meminta kepada Gubernur Jabar untuk menangani pencemaran Sungai Cileungsi ini," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3