Mitos Hantu Romusha di Bukit Soeharto yang Ada di Antara Ibu Kota Baru

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 13:08 WIB
Wisatawan mancanegara di Bukit Soeharto, Sulawesi Tengah. (Nur Khafifah/detikcom)
Jakarta - Sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota negara baru. Di antara dua kabupaten itu, terdapat taman hutan raya yang dijuluki Bukit Soeharto. Konon, di Bukit Soeharto, berseliweran mitos soal hantu romusha.

Untuk diketahui, secara administratif Bukit Soeharto ditetapkan menjadi taman wisata alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 245/kpts-II/1987 tanggal 18 Agustus 1987 tentang Perubahan Fungsi Hutan Lindung Bukit Soeharto. Kawasan Hutan Bukit Soeharto luasnya +/- 41.050 ha, terletak di Dati II Kutai dan Kotamadya Dati II Samarinda dan Balikpapan Provinsi Dati I Kalimantan Timur.

Bukit Soeharto ini didominasi oleh beberapa jenis pohon, seperti akasia, sengon, johar, sungkai, dan mahoni. Di antara pohon-pohon inilah bersemayam mitos soal hantu Romusha. Mitos keangkeran hantu romusha ini muncul dari cerita mulut ke mulut.


Dalam buku '666 Misteri Paling Heboh: Indonesia & Dunia' yang dihimpun oleh Tim Pustaka Horor, Bukit Soeharto ini memang kental dengan cerita tentang hantu pekerja paksa Jepang atau yang dikenal dengan sebutan romusha.

Menurut buku tersebut, hantu romusha itu kerap mengganggu para pengunjung kawasan Bukit Soeharto. Gangguan hantu romusha yang paling parah adalah sampai menghilangkan orang tersebut.

Mereka yang diganggu hingga hilang biasanya sulit ditemukan lagi meski sudah dicari-cari. Jika pun ditemukan, orang itu akan jadi setengah gila. Konon, keangkeran Bukit Soeharto ini muncul karena dulunya tempat ini pernah menjadi tempat penyiksaan para romusha di bawah kekejaman tentara Jepang.

Sementara itu, dalam buku 'Hantupedia: Enskilopedia Hantu-Hantu Nusantara' yang disusun oleh tim Trio Hantu CS, hantu romusha ini kerap menampakkan diri sebagai rombongan romusha yang sedang mengangkat peti. Di belakang mereka, ada sosok tentara Jepang lengkap dengan senapan, topi, dan baju lorengnya.

Buku tersebut juga mencatat cerita dari seorang warga sekitar soal keangkeran Bukit Soeharto. Adalah Solikan yang mengaku pernah diganggu oleh hantu romusha. Saat itu, dia sedang bekerja membuat jalan di Bukit Soeharto. Tiba-tiba dia melihat rombongan orang yang membawa peti sembari ditodong senapan oleh tentara Jepang. Solikan menyadari bahwa sosok mereka seperti pekerja romusha.


Dalam pengakuan Solikan, para romusha itu digiring ke sebuah tempat dan dipaksa menggali tanah. Ketika tanah sudah digali, peti-peti itu dimasukkan ke lubang galian. Para romusha itu didorong ke dalam lubang, kemudian diberondong peluru dan dilempari granat.

Solikan, yang mengaku melihat kekejaman itu, mendadak langsung pingsan. Keesokan harinya, Solikan ditemukan oleh rekan kerjanya.

Setelah kejadian menyeramkan tersebut, Solikan masih penasaran dengan lokasi lubang itu. Dia iseng mengeceknya dan ternyata di lokasi tersebut tidak ia temukan apa-apa.


Namun, perlu dicatat, cerita-cerita seputar hantu romusha di Bukit Soeharto ini tak harus dipercaya. Cerita-cerita ini tak berarti mengandung kebenaran. Meskipun begitu, pada kenyataannya, cerita-cerita ini berkembang dan beredar di kalangan masyarakat sekitar.



Jokowi Bicara Alasan Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim:

[Gambas:Video 20detik]

(rdp/tor)