detikNews
Selasa 27 Agustus 2019, 09:59 WIB

Bupati Penajam Paser Utara Bersyukur Wilayahnya Jadi Ibu Kota Baru

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Bupati Penajam Paser Utara Bersyukur Wilayahnya Jadi Ibu Kota Baru Kabupaten Penajam Paser Utara (Foto: Antara)
Jakarta - Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud, mengaku bahagia wilayahnya menjadi ibu kota negara Indonesia yang baru. Gafur berharap pemindahan ibu kota ini berdampak terhadap pembangunan wilayah sekitar.

"Kami tentunya bersyukur alhamdulillah dan juga berharap pembangunan ibu kota atau pemerintah Republik Indonesia ini bisa berjalan dengan lancar, dengan cepat. Kemudian juga tokoh masyarakat kami sangat bersyukur dengan adanya pemindahan ibu kota ini yang Insyaallah akan berdampak bagi pembangunan-pembangunan di Kalimantan Timur, khususnya Indonesia tengah dan timur," kata Gafur saat berbincang dengan detikcom, Selasa (27/8/2019).




Gafur mengatakan pihaknya sudah mendata lahan untuk dijadikan kawasan ibu kota baru. Dia memastikan segala kebutuhan untuk ibu kota telah disiapkan.

"Kami sudah menyiapkan lahan yang bisa dibangun, di kabupaten kami itu kan luasnya 333.000 km2 sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah pusat bahwa ibu kota pemerintahan itu mempunyai memerlukan lahan sekitar 300 ribuan, jadi Penajam ditunjuk sendiri sudah tidak ada pemekaran yang baru nantinya, tinggal Penajam itu sendiri, kalau perluasan lahan dari Penajam itu hanya ada empat kecamatan di 54 kelurahan desa, jadi 30 desa dan 24 kelurahan. Tadi di 24 kelurahan dan 30 desa jadi menurut saya Penajam Paser Utara sudah siap dengan segala sesuatunya apalagi ini panggilan negara kan," ujar dia.



Menurut Gafur, warga Penajam Paser Utara terdiri dari berbagai suku. Karena itu, bahasa yang digunakan sehari-hari oleh warga adalah Bahasa Indonesia.

"Ada sih bahasa daerah tapi kan orang daerahnya hanya 1 persen banyak bahasa Indonesia, di Penajam Paser Utara itu miniatur kecil Indonesia itu beraga, suku Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan ibu kota baru Indonesia pindah ke Provinsi Kalimantan Timur karena lokasinya yang paling ideal setelah melakukan berbagai diskusi, studi, dan pertimbangan.

"Ibu kota negara baru paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (26/8).



Ibu Kota Pindah, Pemerataan Ekonomi Terjamin?:

[Gambas:Video 20detik]


(knv/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com