Ketika Perempuan Kaya Menikah dengan Pemuda Miskin

Ketika Perempuan Kaya Menikah dengan Pemuda Miskin

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2005 09:45 WIB
Jakarta - Beginilah jadinya kalau seorang pemuda desa yang miskin menikah dengan seorang perempuan kota yang kaya-raya. Kebahagiaan bukan cuma dirasakan oleh pasangan yang dimabuk cinta itu. Penduduk desa pun ikut gembira dengan pernikahan yang unik tersebut.Warga setempat bahkan berharap banyak dari pernikahan seorang perempuan asal Australia berusia 40 tahun dan pemuda Uganda berusia 28 tahun itu. Penduduk desa Kampala, Uganda, berharap perempuan Australia itu akan berinvestasi di daerah tersebut dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Wah!Pesta pernikahan antara mempelai perempuan kaya, Janet Masters, dan si pemuda beruntung, Emmanuel Ochola sebenarnya telah dilangsungkan sembilan hari lalu. Namun sisa-sisa kemeriahan pesta masih dirasakan warga desa."Kami menganggap pernikahan itu sebagai salah satu jalan yang Tuhan pilih untuk memerangi kemiskinan di daerah kami. Kami harap perempuan kulit putih itu akan berinvestasi di daerah kami dan itu akan memperbaiki kehidupan kami," ujar Peter Esau, sang kepala desa. Perkenalan antara Masters dan Ochola pun termasuk unik. Kedua insan itu berkenalan lewat layanan kencan di internet. Sejak perkenalan itu, keduanya merasa cocok dan menjalin hubungan cinta jarak jauh."Kami berkenalan di internet enam bulan lalu," tukas Masters seperti diberitakan Ananova, Selasa (25/10/2005). "Kami merasa punya banyak kesamaan. Kami akhirnya jatuh cinta dan sekarang kami telah menikah," imbuh perempuan itu.Dia mengaku sangat bahagia dengan perkawinannya ini. "Saya bahagia karena saya telah menemukan pria idaman saya," tutur Masters. "Saya akan membawanya ke Australia dan mencarikan pekerjaan untuknya dan kemudian kembali ke Uganda untuk membangun sebuah rumah," kata pengantin baru itu.Bagaimana dengan si pemuda mujur Ochola? Setali tiga uang, dia pun merasakan kebahagiaan tiada tara. Dengan bangga dia mengatakan bahwa istrinya telah membelikan sebuah telepon genggam mahal untuknya. Sang istri pula yang membiayai seluruh biaya pesta pernikahan, termasuk membelikan baju-baju mahal untuknya. Walah... nikmatnya hidup! (ita/)


Berita Terkait