detikNews
Senin 26 Agustus 2019, 20:05 WIB

Laporan Dari Seoul

Megawati Tiba di Seoul, akan Suarakan Perdamaian Korsel-Korut

Herianto Batubara - detikNews
Megawati Tiba di Seoul, akan Suarakan Perdamaian Korsel-Korut Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Seoul, Korea Selatan/Foto: Herianto Batubara/detikcom
Seoul - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Seoul, Korea Selatan. Dia dijadwalkan menjadi keynote speaker atau pembicara kunci di sebuah forum untuk menyuarakan perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara.

Pesawat yang membawa Megawati dari Indonesia mendarat di Gimpo International Airport, yang terletak di ujung barat Seoul, Senin (26/8/2019), sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

Presiden ke-5 RI ini hadir ditemani keluarga dekatnya di antaranya menantunya Nancy Hendriati Shrindani dan cucunya Diah Lupita Jasmina Srita. Ketua DPP PDIP, Rokhmin Dahuri, baru akan tiba besok untuk bergabung dengan rombongan.




 Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Seoul, Korea Selatan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Seoul, Korea Selatan Foto: Herianto Batubara/detikcom



Kedatangan Mega disambut oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Umar Hadi dan para staf KBRI. Meski tampak lelah setelah menempuh perjalanan udara, Megawati tetap melempar senyum menyapa.

"Halo, apa kabar?" kata Megawati sambil menyodorkan tangan kanannya untuk bersalaman. Dia kemudian masuk ke ruang VVIP bandara untuk istirahat sejenak sambil berbincang santai dengan Dubes Umar Hadi.

Di kesempatan tersebut, Megawati ngobrol hal-hal yang ringan dengan Dubes Umar Hadi, termasuk memperkenalkan sang cucu yang saat ini masih menempuh studi interior disain di sebuah kampus di London, Inggris.

"Kita memang harus mendorong anak-anak muda sekarang untuk merdeka mengambil pilihan studi apapun, asal dia bisa menjelaskan dan mengerti kenapa mengambilnya," kata Megawati. Dia tidak pernah memaksa keluarganya untuk mengikuti jejaknya di politik.

Megawati juga sempat bertanya soal cuaca di Korea Selatan. Selama perjalanan di pesawat, Megawati mengatakan sempat ada hujan deras di wilayah udara Kinibalu, Malaysia. Dubes Umar yang hadir bersama istrinya juga menjelaskan cuaca di Korea Selatan belakangan ini cukup dinamis.

 Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Seoul, Korea Selatan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Seoul, Korea Selatan Foto: Herianto Batubara/detikcom




Keberadaan Megawati di Seoul sendiri untuk mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy. Di forum besar itu, dia akan menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta sejumlah tokoh penting lainnya dari Rusia, Amerika Serikat, dan Norwegia.

Setelah sambutan Perdana Menteri Korsel Lee Nak-yon, Megawati akan menjadi pembicara pertama yang menyampaikan pandangannya di forum yang akan berlangsung pada 28-29 Agustus 2019 ini.

Forum Internasional DMZ untuk Ekonomi Damai ini diselenggarakan The Korean Institute for International Economy Policy (KIEP) dan National Research Council for Economics, Humanities, and Social Sciences (NRC). Tema yang diusung adalah 'Ekonomi damai dan kesejahteraan di Semenanjung Korea dan sekitarnya'.

Rencananya, seluruh peserta forum akan dibawa berkunjung ke zona demiliterisasi (DMZ) di antara Korea Selatan dan Korea Utara. Tujuannya, diharapkan semua menghargai sepenuhnya kenyataan pemisahan antara kedua Korea dan kebutuhan mendesak untuk mengamankan perdamaian di Semenanjung.

Berdasarkan keterangan panitia, tujuan acara itu adalah agar bisa menyaksikan secara langsung sejauh mana perdamaian telah dibangun di Semenanjung Korea dan hubungan antar-Korea telah meningkat. Sekaligus mengomunikasikan Prakarsa Peta Ekonomi Baru untuk Semenanjung Korea.

Tujuan lainnya, untuk mempromosikan pemahaman dan konsensus di antara para tamu internasional terkemuka tentang visi pemerintah Korea tentang Rezim Semenanjung Korea Baru dan ekonomi yang digerakkan oleh perdamaian.

Akan ada lebih dari 100 peserta dari AS, Tiongkok, Jepang, Rusia, negara Asean, Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah, perwakilan organisasi internasional hingga dari pihak Korea Selatan sendiri.
(hri/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com