Menristek soal Rektor Asing: Untuk Peningkatan Kualitas, Bukan Penjajahan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 26 Agu 2019 13:04 WIB
M Nasir (Foto: Kemenristek Dikti)
Denpasar - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menggandeng rektor asal Korea Selatan untuk berkiprah di Universitas Siber Asia. Nasir mengatakan pelibatan rektor asing itu untuk memacu kualitas bukan menjajah bangsa sendiri.

"Harapan saya mereka bisa berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas, jadi bukan kita berpikir penjajahan. Nggak ada di dunia perguruan tinggi manapun, semua perguruan tinggi di dunia berkolaborasi," kata Nasir di sela Pembukaan Kegiatan Ilmiah dan Rakornas Inovasi 2019 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (26/8/2019).



Nasir mengatakan saat ini pihaknya sedang menyesuaikan aturan-aturan terkait pelibatan rektor asing di perguruan tinggi Indonesia. Dia menyebut keterlibatan rektor asing ini bakal mulai pada 2020 mendatang.

"Untuk perguruan tinggi negeri (PTN) kami lagi perbaiki peraturan-peraturan pemerintahnya atau peraturan yang terkait. Ini kita perlu lakukan perbaikan baru nanti jalan di 2020-an," jelasnya.



Salah satu rektor asing yang dilibatkan di Universitas Siber Asia yaitu Profesor Jang Youn Cho dari Universitas Hankuk di Korea Selatan. Dia berharap kehadiran Youn Cho bisa memantik semangat perguruan tinggi nasional untuk meningkatkan kualitasnya.

"Meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar), mutu menjadi baik dan daya saingnya di tingkat internasional. Harapan saya karena ini asia harapan saya mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia dan ini ada permintaan bisa dari Asia Tenggara sendiri, Asia Barat, maupun di Afrika, ini ada permintaan, mudah-mudahan ini bisa jalan," harap Nasir.




Tonton juga video Menristekdikti: Jokowi Setuju soal Rektor Asing, Tapi...:

[Gambas:Video 20detik]

(ams/mae)