Pembagian BLT Bermasalah, Kantor Kades di Langkat Dirusak

Pembagian BLT Bermasalah, Kantor Kades di Langkat Dirusak

- detikNews
Senin, 24 Okt 2005 23:59 WIB
Medan - Kisruh soal warga miskin yang didata sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari program kompensasi pengurangan subsidi (PKPS) bahan bakar minyak (BBM), terus terjadi. Kali ini giliran warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang mengamuk. Mereka merusak kantor kepala desa.Kejadiannya berlangsung Senin (24/10/2005). Sasaran yang dirusak massa adalah Kantor Kepala Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, sekitar 60 kilometer dari Medan, ibukota Sumatera Utara. Perusakan itu dilakukan sekitar 50 warga desa itu, namun sejauh ini belum satu pun yang diamankan polisi.Awalnya kedatangan warga desa untuk mempertanyakan mengapa tidak terdata sebagai penerima dana BLT. Mereka menuntut penjelasan dari aparat desa. Soalnya ada warga yang memiliki kendaraan bermotor mendapatkan justru dana BLT, sedangkan seorang warga dia yang bekerja sebagai pencuci pakaian justru tidak terdata."Bahkan ada kepala lingkungan di dekat rumah kami yang seluruh keluarganya mendapat uang dari BLT itu. Kok teganya pemerintah seperti itu, memberi bantuan kepada orang yang kaya," kata salah seorang warga, Sukarni, pria berusia 35 tahun.Namun penjelasan yang diterima dinilai tidak memuaskan. Selanjutnya sekitar pukul 14.30 WIB,massa merusak papan nama kantor desa, dan seterusnya memecahkan seluruh kaca bagian depan kantor. Keterangan dari polisi menyebutkan, perusakan tersebut dipicu oleh tiga pelaku. Namun,polisi belum memanggil dan menahan mereka untuk diperiksa karena warga masih emosional."Belum ada yang ditahan dalam perusakan ini karena situasinya masih panas. Motif kejadian ini karena ratusan warga miskin ini kecewa sebab mereka tidak terdata mendapatkan dana BLT," kata Kapolres Langkat AKBP Anang Syarief.Data yang dikeluarkan BPS Sumut menyebutkan, di Langkat ada 74.487 keluarga miskin yang berhak menerima BLT. Sebagian di antaranya sudah mulai menerima dana itu dari PT Pos Indonesia. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads