Pembeli Belum Seramai Tahun Lalu

Pusat Perbelanjaan di Palembang

Pembeli Belum Seramai Tahun Lalu

- detikNews
Senin, 24 Okt 2005 21:26 WIB
Palembang - Tidak seperti menjelang Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, 10 hari menjelang Lebaran tahun ini suasana pusat pertokoan di Palembang belum begitu ramai diserbu pembeli. Memang jumlah pembeli dibandingkan hari-hari biasa mulai meningkat, tapi jumlahnya tidak seperti menjelang Lebaran sebelumnya. "Ya, bila dibandingkan lima kali Lebaran sebelumnya, saat ini jumlah pembeli relatif lebih kecil. Tapi, entah kalau sehari atau dua hari menjelang Lebaran," kata Syaifuddin, seorang karyawan pusat perbelanjaan di Ilir Barat Permain, Jalan Radial, Palembang, Senin (24/10/2005). Menurut Syaifuddin, bila dilihat dari penampilannya, saat para pembeli umumnya berasal dari luar kota Palembang. "Dari cara memilih barang dan kecerewetannya, kayaknya pembeli masih banyak dari luar kota. Kalau wong Palembang biasanya cerewet, pemilih. Mudahan wong Palembang bebelanja menjelang Lebaran," katanya. Hal yang sama juga terlihat di Palembang Trade Center (PTC) di Jalan R. Sukamto dan Palembang Square (PS) Jalan Angkatan 45. "Pembelian belum meningkat. Umumnya baru melihat dan menanyakan harga," kata Shinta, pengelola sebuah butik anak-anak di PTC. "Mudahan dekat Lebaran banyak yang membeli," tambahnya. Namun, sejumlah warga mengaku tidak begitu antusias berbelanja Lebaran. "Biasanya saya belanja pakaian buat anak-anak setiap Lebaran. Tapi, ya, sama-sama tahulah sekarang kan serba mahal, jadi mungkin belanja sekedarnya, apalagi banyak sekali kebutuhan yang harus dibeli atau dikeluarkan," kata Memeth, pegawai sebuah bank swasta di Jalan Kapten A. Rivai Palembang. Hal yang sama diungkapkan Arif, pengelola jasa iklan di Sekip. "Sekarang serba mahal. Jadi, mungkin belanja pakaian dibatalkan. Dana lebih penting buat silahturahmi dan bantu saudara atau kawan," kata Arif. Sebagai informasi, perayaan Lebaran di Palembang atau kota lainnya di Sumatra Selatan, bila dibandingkan kota-kota di Jawa jauh lebih meriah. Misalnya setiap anak-anak dan remaja harus mengenakan pakaian baru, setiap rumah harus menyediakan kue kering dan kue basah (cake seperti bolu lapis, engkak, masuba), minuman, ketupat beserta rendang atau pindang tulangnya. Dan, yang lebih dinantikan adalah pemberian uang kepada anak-anak yang menyalami setiap orang dewasa. Entah anak sendiri, ponakan, atau anak orang lain. Jadi, dapat dibayangkan berapa uang yang dikeluarkan oleh setiap keluarga setiap Lebaran. Bahkan, kalau mau mengikuti gaya wong Sumsel, di luar Palembang, seperti Pagaralam, Sekayu, Lahat, Muaraenim atau Baturaja, mereka harus ganti kendaran atau perabot rumah seperti motor, kursi tamu, meja makan, dan lainnya...repot. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads