Lumpuh, Korban Bom Bali II Dirujuk ke RS di Australia

Lumpuh, Korban Bom Bali II Dirujuk ke RS di Australia

- detikNews
Senin, 24 Okt 2005 20:40 WIB
Denpasar - Kisah derita korban bom Bali di Kuta dan Jimbaran masih tersisa di hari ke-23. Salah seorang korban, Putu Suadesi (25) yang lumpuh akibat tertusuk gotri, material yang terdapat dalam bom, dirujuk ke RS Royal Perth, Australia, Senin (24/10/2005). Suadesi diterbangkan ke Australia dengana pesawat Garuda pukul 18.30 wita. Ia didampingi ayahnya, Wayan Widana. Suadesi, seorang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, adalah korban bom yang meledak di kafe Menega, Jimbaran, Sabtu, 1 Oktober 2005. Saat kejadian, ia bersama tuannya, Heru Sudiatmiko dan Juliet berserta keluarga sedang menikmati makan malam di kafe tersebut. Heru dan Juliet beserta anaknya terluka akibat ledakan tersebut. Akibat ledakan itu, Suadesi terluka akibat tertusuk tiga buah gotri, salah satunya di bagian tulang belakang leher. Ia telah mengalami kelumpuhan sejak ledakan. Suadesi hanya terkulai lemas di tempat tidur. Menurut Koordinator Tim Penanganan Pasien Asing Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Andre Dipa kepada wartawan di kantornya, gotri tersebut melukai saraf hingga menyebabkan kelumpuhan. "Gotri yang masuk merusak sebagian saraf di tubuh bagian kanan," katanya. Andre mengatakan, Suadesi menjalani perawatan ke Australia untuk mendapatkan program rehabilitasi untuk bisa berjalan lebih mandiri. "Untuk sembuh total tidak bisa, karena sudah terserang saraf tubuh kanan. Ia akan lumpuh seumur hidup kecuali ada mujizat mungkin dalam waktu enam bulan samapai satu tahun ada kemajuan. Dengan berjalannya waktu tanpa tindakan khusus akan mengalami kemajuan lima hingga 10 persen dari kondisinya sekarang," katanya. Keluarga korban, Ketut Sriaji (28) berharap adiknya akan sembuh setelah mendapatkan perawatan di Australia. "Kita sebenarnya tidak ingin dia ke Australia karena tidak ada yang akan menemani tetapi kami ingin ia cepat sembuh," katanya. (asy/)


Berita Terkait