Selama Lebaran, Stok BBM di Palembang Ditambah 6%

Selama Lebaran, Stok BBM di Palembang Ditambah 6%

- detikNews
Senin, 24 Okt 2005 18:32 WIB
Palembang - Para pemudik atau warga yang merayakan Lebaran di Palembang tidak perlu khawatir kehabisan BBM. Pertamina menambah jatah 6 persen BBM untuk SPBU yang strategis. SPBU strategis itu yakni SPBU yang berada di pinggir jalan raya atau jalan lintas antarkota, antarprovinsi, SPBU di pusat kota, dan SPBU yang padat penduduknya. "Penambahan jatah itu karena pengalaman pada Idul Fitri sebelumnya hanya SPBU strategis itu yang diserbu," kata General Manager PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) II Palembang Djoko Prasetyo kepada pers di ruang kerjanya, Plaju, Palembang, Senin (24/10/2005). Bukankah sisa kuota BBM Sumatera Selatan September tinggal sekitar 23%? Ditanya itu, Djoko mengatakan, Sumsel dekat dengan kilang dalam hal ini UP (Unit Produksi) III Plaju. "Kalau kurang sewaktu-waktu kilang UP III siap menyuplai setiap saat. UP III secara terus menerus melakukan ekspolarasi." Hanya, kata Djoko, jika stok BBM habis sebelum Desember dan UP III jadi ngedrop maka BBM tambahan itu tidak bersubsidi. "Yang disubsidi itu hanya kuota BBM yang disetujui DPR RI," katanya. Dia mencontohkan, jika harga BBM bersubsidi jenis premium satu liter Rp 4.500, maka harga sebenarnya untuk premium non-subsidi Rp 6.000. Lalu, solar bersubsidi Rp 4.300, tidak disubsidi pemerintah Rp 6.290.Lalu, karosen atau minyak tanah, harga jual ke masyarakat setelah disubsidi adalah Rp 2.000. Ditambah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Mendagri dan pemerintah provinsi adalah Rp 2.285. Tetapi, harga sebenarnya yang dijual oleh Pertamina adalah Rp 6.400. "Jadi, tidak ada masalah dengan kuota BBM Sumsel. Yang jadi permasalahan itu kalau DPR RI tidak acc penambahan kuota mau tidak mau masyarakat harus membeli BBM dengan harga tinggi," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads