Avtur Diduga Tercemar, Pesawat Batavia Air 'Diistirahatkan'
Senin, 24 Okt 2005 17:06 WIB
Makassar - Diduga avtur yang dipakai pesawat Batavia Air jenis Boeing 737-200 telah terkontaminasi dengan bahan bakar lain, pesawat pun 'diistirahatkan' hingga kini. Mesin pesawat mengalami masalah. Kejadian ini bermula ketika pesawat yang dengan nomor penerbangan 7-P 81 ini akan bertolak dari Bandara Hasanuddin, Makassar menuju Biak dan Jayapura pada 19 Oktober lalu. Saat itu, tim teknisi Batavia mendapati warna avturnya berbeda dengan yang biasa. "Konfirmasi dari tim teknisi bahwa avtur berbeda dengan yang biasanya. Lalu dia merekomendasikan untuk membatalkan penerbangan," cerita Irwanto, Supervisor Batavia Air ketika ditemui di Bandara Hasanuddin, Makassar, Senin (24/10/2005). Bahkan hingga kini, pesawat itu 'diisirahatkan' di aapron bandara. Akibat avtur yang diduga terkontaminasi ini, dua mesin mengalami gangguan sebelum meninggalkan apron. Menindaklanjuti temuan ini, pihak Batavia Air telah melaporkan kejadian ini ke Polda Sulsel, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. "Kami telah menyerahkan ini ke Polda Sulsel. Bahkan beserta barang buktinya," tutur Irwanto. Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Saleh Saaf yang ditemui menyatakan pihaknya kini telah melakukan penyelidikan atas kasus ini. "Batavia Air sedang ditangani. Sampel yang ada dari mesin pesawat atau penyimpangan bahan bakar sudah ada di Polri. Apakah betul terkontaminasi atau ada pengoplosan tunggu hasil laboratorium," terangnya. Menurut Saleh, pihak akan detil dan seksama memeriksa kasus ini. "Bahkan penyelidikan atas manajemen PT Batavia, di mana terakhir dia mengisi dan sebelum berangkat di sini. Jadi terkontaminasi ada di mana, di Jakarta atau di Makassar. Tidak terlalu sulit untuik mendeteksi," bebernya.
(asy/)











































