Cek Kondisi Janin Bumil Minum Vitamin Kedaluwarsa, Pihak RS Diperiksa

Cek Kondisi Janin Bumil Minum Vitamin Kedaluwarsa, Pihak RS Diperiksa

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Jumat, 23 Agu 2019 19:43 WIB
Foto: Kapolres Jakut Kombes Budhi Herdi Susianto (Samsuduha)
Foto: Kapolres Jakut Kombes Budhi Herdi Susianto (Samsuduha)
Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Utara masih menyelidiki kasus ibu hamil berinisial N (25) yang diduga diberi vitamin kedaluwarsa oleh pihak Puskesmas. Untuk mengetahui kondisi janin, polisi meminta keterangan dari pihak RSIA Kosambi.

"Kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap Rumah Sakit Ibu dan Anak yang di Kosambi yang dirujuk dari Puskesmas itu untuk mengetahui apa pengaruh obat kedaluwarsa yang dikonsumsi oleh korban terhadap janin atau kandungannya," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Pemeriksaan terhadap pihak rumah sakit diperlukan untuk mengetahui seberapa dampaknya vitamin kedaluwarsa terhadap kondisi janin. Polisi belum bisa mendapatkan keterangan itu, sebab pihak rumah sakit perlu melakukan observasi mendalam terhadap korban.

"Kalau terhadap si ibu kan sudah kelihatan dengan mual-mual, pusing, muntah, tapi terhadap janinnya ini kita masih meminta keterangan. Sementara dari pihak rumah sakit mengatakan itu perlu observasi. Jadi perlu beberapa kali kunjungan untuk mengetahui reaksi atau dampak dari obat tersebut," ungkap Budhi.



Diketahui, N melaporkan pihak Puskesmas karena diduga telah memberikan vitamin kedaluwarsa. Dia mengaku mengalami mual-mual, muntah, hingga perutnya kesakitan setelah mengkonsumsi vitamin kedaluwarsa.

Pengacara korban, Pius Situmorang, mengatakan korban sudah dua kali kontrol ke Puskesmas tersebut, yakni pada 11 Juli dan 13 Agustus. Dua kali kontrol, kliennya diberi 3 jenis obat yang sama, salah satunya vitamin yang diduga kedaluwarsa.

"Kemudian, dia makan obat itu di rumah, tapi tetap merasa mual, pusing, muntah, dan kandungannya terasa sakit. Setelah itu, dia cek obatnya, ternyata ada expired. Expired-nya itu dicoret dengan spidol warna biru, dia pastikan expired itu bulan April 2019," papar Pius.

Korban telah melakukan mediasi terhadap Puskesmas. Puskesmas kemudian merujuk korban ke RSIA BUN Kosambi, Tangerang.


(sam/mea)