detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 17:16 WIB

Mobil Menteri Disebut Sudah Tak Layak: AC Mati hingga Shockbreaker Rusak

Matius Alfons - detikNews
Mobil Menteri Disebut Sudah Tak Layak: AC Mati hingga Shockbreaker Rusak Mobil Menteri Kabinet Kerja. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menerima laporan mobil menteri era Jokowi sudah tidak layak jalan. Heru membeberkan kerusakan itu dari AC mati hingga shockbreaker rusak.

"Ada yang AC mati, shockbreaker rusak, mobil mesin panas, itu keluhannya, kira-kira udah wajarlah untuk ganti, mobil menteri sudah 10 tahun ya," kata Heru di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).



Dia mengatakan pergantian mobil baru untuk menteri senilai Rp 147 miliar sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Anggaran ratusan miliar rupiah itu disebutnya berada di Kemensetneg. Dan, perencanaan barang milik negara ini akan melalui proses lelang.

"Tentu anggaran sudah ada, tahun ini berdasarkan info yang saya terima sudah dilakukan proses, akhir tahun kendaraan sudah akan diterima. Pemenangnya ada, silakan dicek di Biro Umum Sekneg gitu ya," jelasnya.

Selain menteri, Presiden Jokowi disebut akan mendapat mobil dinas baru jenis Mercedes-Benz S600 Guard. Meski demikian, menurut Heru, mobil dinas lain yang lama akan tetap digunakan.

"Ada 2 unit khusus mobil bapak presiden. Jadi misal merek tertentu servis di pemilik pemegang merek. Kalau mobil pak presiden sama S600-an, mungkin pertimbangan keamanan, kan di dalam kabin juga keamanan yang nggak bisa kita sampaikanlah. Sejauh ini masih 2 aja yang baru, Pak Presiden dan Pak Wapres, sisanya kan masih digunakan yang lama untuk operasional," sambungnya.



Sebelumnya diberitakan, para menteri Presiden Jokowi akan mendapatkan mobil dinas baru. Anggaran untuk pengadaan mobil ini lebih dari Rp 147 miliar.

Dikutip dari laman resmi Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Rabu (21/8), pemerintah telah melakukan Pengadaan Kendaraan Menteri Negara/Pejabat Setingkat Menteri. Pengadaan ini dimulai pada 19 Maret 2019 dan kini lelang tender tersebut sudah selesai.

Lelang tender ini dimenangi PT Astra International Tbk-Tso dengan harga Rp 147.229.317.000. Masih merujuk pada laman LPSE, saat ini semua tahapan lelang tender sudah terlewati oleh PT Astra, dari Pembuktian Kualifikasi hingga Penandatanganan Kontrak.
(maa/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com