Gara-gara Penampilan, Anggota Parlemen Jepang Dikritik
Senin, 24 Okt 2005 15:26 WIB
Jakarta - Para anggota DPR RI menuai protes dan sindiran terkait kenaikan tunjangan operasional sebesar Rp 10 juta. Namun meski berbeda negara, yang satu negara maju, satunya lagi negara berkembang, anggota parlemen Jepang pun tak luput dari pergunjingan.Mereka yang digunjingkan adalah golongan anggota parlemen yunior yang kerap bersikap dan berpenampilan seenaknya. Demikian seperti diberitakan Reuters, Senin (24/10/2005).Misalnya saja, ada anggota parlemen yang gemar memakai baju dengan warna yang mencolok ataupun pakaian mahal. Ada juga yang saat diwawancarai wartawan, mereka menjawab pertanyaan seenaknya, bahkan menyombongkan diri. Kritikan pun mengalir deras.Guna menangggapi kritikan publik, partai berkuasa Jepang, Liberal Democratic Party (LDP) mengeluarkan panduan bagi para anggota parlemen dalam menghadapi media.Dalam panduan ini juga dicantumkan saran mengenai cara berpakaian dan menjaga postur tubuh di depan umum. Misalnya, hindari mengenakan pakaian yang berwarna cerah, berdirilah dengan posisi tegak dan jawab pertanyaan wartawan dengan sopan dan merendah.Bahkan dalam instruksi itu dituliskan pula contoh-contoh kalimat yang bisa disampaikan dalam wawancara. "Saya akan belajar dengan segenap kekuatan saya karena saya masih amatir dalam dunia politik," demikian bunyi salah satu kalimat yang disarankan.Panduan ini perlu dikeluarkan karena derasnya kritikan masyarakat atas sejumlah anggota muda parlemen, termasuk seorang anggota yang tidak tamat universitas. Juga ada anggota dewan yang mantan guru, gemar memakai setelan jas dan celana panjang warna pink cerah.Bahkan anggota termuda LDP, Taizo Sugimura yang baru berusia 26 tahun, menimbulkan kemarahan pimpinan partai karena menggembar-gemborkan di depan jurnalis mengenai gajinya yang mencapai US$ 173.000 dan kegemarannya makan di restoran-restoran mewah. Walah!
(ita/)











































