Wagub Minta Penyebab Rusuh di Papua Barat Diproses Hukum

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 22 Agu 2019 18:01 WIB
Foto: Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakotani. (Alfons-detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, mengatakan ada pihak yang diduga sengaja membuat suasana di wilayahnya tidak kondusif. Dia pun berharap aparat kepolisian bisa menemukan pihak yang menjadi penyebab kerusuhan di Papua Barat.

"Ada pihak lain memanfaatkan situasi itu untuk buat suasana tidak kondusif, terhadap pihak-pihak ini tentu semua pihak dimintai keterangan dan pilah yang mana tingkat kesalahannya atau bisa mengarah kepada tingkat kriminalitas dan itu jadi ranah aparat," kata Lakotani di Alun-alun Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).



Lakotani mengatakan pelaku yang menjadi penyebab kerusuhan harus diproses. "Harus itu harus diproses," ujarnya.

Dia pun berharap aparat proporsional dalam melakukan penegakan hukum. Salah satunya dengan tidak melibatkan kelompok di luar aparat saat melakukan penegakan hukum.



"Saya harapkan agar aparat keamanan kita andaikan ada pelanggaran hukum yang dilakukan siapapun, mahasiswa Papua misalnya, penegakkan hukum dilakukan proporsional dan profesional tanpa perlu libatkan kelompok masyarakat, pribadi atau oknum siapapun, dengan atas namakan apapun," ucap Lakotani.

Lakotani juga menyebut situasi di Papua Barat sudah aman dan kondusif. Namun, dia belum bisa memastikan berapa kerugian akibat kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.

"(Kerugian) sedang dihitung, prediksi belum ya," ujar Lakotani.

Sebelumnya, unjuk rasa berujung aksi anarkis pecah di Kota Sorong dan kota-kota lainnya di Papua Barat pada Senin (19/8). Aksi anarkis ini diduga buntut keributan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya dengan kelompok massa dan aparat.

Di Kota Sorong sendiri, warga membakar bangunan gedung DPRD dan lembaga permasyarakatan (lapas), memecahkan kaca-kaca bandara dan polsek, serta memblokade jalan.




Tonton Video Ketegasan Hukum, Akhiri Konflik Papua:

[Gambas:Video 20detik]

(maa/haf)