detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 15:00 WIB

Lulusan FK Universitas Malahayati Masuk Jajaran Terbaik Nasional

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Lulusan FK Universitas Malahayati Masuk Jajaran Terbaik Nasional Foto: Universitas Malahayati.
Jakarta - Memiliki mahasiswa yang berprestasi menjadi salah satu kebanggaan sebuah universitas, termasuk Universitas Malahayati. Baru-baru ini dua lulusan Universitas Malahayati turut mengharumkan almamater dengan meraih prestasi di tingkat nasional.

Pada Mei 2019, Ade Raharian ditetapkan menjadi lulusan terbaik uji kompetensi mahasiswa Computer Based Test (CBT) Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan nilai 91. Selanjutnya pada Agustus 2019, Putri Julianti menjadi dokter terbaik dalam Diksar Dokter Perwira Akmil di Magelang.

Menurut Rektor Universitas Malahayati, Dr. H Muhammad Kadafi, keberhasilan para mahasiswa meraih prestasi tak lepas dari upaya pihak kampus. Menurutnya, ia sangat peduli soal peningkatan mutu akademik, salah satunya dengan meningkatkan fasilitas kampus yang menunjang kegiatan akademik.

"Kita melengkapi seluruh fasilitas kampus untuk menunjang seluruh kegiatan akademik," ucap Kadafi dalam keterangannya, Kamis (22/8/2019).


Kadafi lebih lanjut menjelaskan bahwa fasilitas di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malahayati sangatlah lengkap. Kampus ini memiliki Laboratorium Kesehatan Terpadu, mulai dari laboratorium dasar, biomolekular, osce, hingga laboratorium Computer Basic Training (CBT).

Laboratorium ini dikuatkan dengan Perpustakaan Universitas Malahayati yang memiliki 35.000 koleksi buku dan dilengkapi dengan fasilitas internet.

Kadafi mengatakan bahwa FK Universitas Malahayati juga menyediakan rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin yang mendapat predikat level paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Rumah sakit bintang lima ini didirikan sejak 2006 dan merupakan salah satu faktor penunjang yang penting untuk sebuah FK.


Menurut Kadafi, proses belajar mengajar mahasiswa dan dosen dikontrol dengan ketat. Seluruh mahasiswa kedokteran diwajibkan tinggal di pemukiman kampus yang bernama 'Green Dormitory' atau semacam apartemen mahasiswa.

Selain itu, ia juga mengatakan pihaknya mengembangkan manajemen terbuka dan menerapkan terobosan seperti melelang jabatan di kampus.

"Sehingga mahasiswa bisa fokus belajar, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan karier dan berani memikul tanggung jawab. Ukurannya jelas pada kualitas pendidikan," ucap Kadafi.

Salah seorang lulusan FK Universitas Malahayati, Ade Raharian, mengakui seluruh sistem terpadu di kampusnya mempermudah dalam proses belajar. Ia hanya perlu memperkuat materi dasar dari bangku kuliah sehingga memudahkan materi yang diujikan hingga akhirnya menjadi lulusan terbaik uji kompetensi Mahasiswa CBT Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan nilai 91.

"Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menimba ilmu di universitas kebanggaan ini. Saya dapat meraih banyak ilmu dari para dosen dan staf pengajar yang membimbing dengan ikhlas dan sabar," ucap Ade.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com