detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 10:41 WIB

Bamsoet Pakai Posko Jokowi-Ma'ruf untuk Pos Pemenangan Ketum Golkar

Tsarina Maharani - detikNews
Bamsoet Pakai Posko Jokowi-Maruf untuk Pos Pemenangan Ketum Golkar Bamsoet meresmikan posko pemenangan. (Dok. istimewa)
Jakarta - Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meresmikan posko pemenangan dirinya yang kini maju sebagai calon Ketua Umum Golkar 2019-2024. Saat peresmian, ia sempat menyinggung pergerakan Golkar yang dinilai lamban dalam menghadapi situasi pasca-Pilpres 2019.

"Secara jujur harus diakui, Partai Golkar sangat telat mempersiapkan diri menghadapi agenda kebangsaan pasca-Pemilu 2019. Di saat partai politik lainnya sudah menyelenggarakan kongres, muktamar, atau rakernas, maupun rapat internal kepartaian, Golkar justru masih slow saja tanpa pergerakan. Ibaratnya mobil, yang lain sudah mulai tancap gas, Golkar masih asyik parkir seakan sopirnya bingung tak tahu mau melaju ke mana," ujar Bamsoet dalam peresmian Posko Pemenangan Bambang Soesatyo, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (22/8/2019).


Posko pemenangan Bamsoet itu didirikan di bekas posko pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Posko pemenangan berlokasi di Jl HOS Cokroaminoto No 57, Menteng, Jakarta Pusat. Bamsoet mengatakan posko pemenangan itu akan jadi tempat berkumpul kader Golkar yang ingin menyumbangkan saran dan aspirasi untuk kemajuan Partai Golkar lima tahun ke depan.

Ketua DPR itu mengatakan tidak rela melihat Golkar yang kini terus mengalami kemerosotan raihan suara. Bamsoet kembali berbicara soal perolehan suara Golkar yang disebutnya memburuk dalam Pemilu 2019 kali ini.

"Kekalahan pada Pemilu 2019 yang ditandai hilangnya 1,2 juta suara dan 6 kursi DPR RI sudah cukup menjadi tamparan keras bagi Partai Golkar bahwa perubahan paradigma kepartaian harus diubah," ucapnya.


Apalagi, kata Bamsoet, Pilkada 2020 sudah di depan mata. Dia mengatakan Golkar harus sudah mempersiapkan diri dari sekarang.

"Tahapannya akan dimulai Februari 2020 dengan pendaftaran pasangan gubernur-wakil gubernur, Maret 2020 pendaftaran pasangan bupati/wali kota-wakil bupati/wakil wali kota, dan kampanye Pilkada Serentak pada 1 Juli-19 September 2020. Jika persiapannya tidak dimulai dari sekarang, jangan heran jika Partai Golkar kembali menelan kekalahan," ujar Bamsoet.


Dia menambahkan, sebagai partai politik tertua yang masih eksis, Golkar seharusnya menjadi pionir dalam mewarnai spektrum perpolitikan Indonesia. Bamsoet pun mengibaratkan Golkar bak beringin besar--seperti lambang mereka--yang kokoh, sehingga tidak boleh salah rawat.

"Beringin Partai Golkar bukanlah hasil bonsai yang hanya sekadar menjadi pajangan etalase perpolitikan tanah air. Melainkan beringin yang kekokohan akarnya serta rindang daunnya menjadi pelindung bagi siapa pun. Beringin yang besar itu sudah menjulang puluhan tahun, jangan kita biarkan mati karena salah rawat," pungkasnya.


Soal Munas Golkar, Bamsoet: Jokowi Tak Berikan Restu-restuan
(tsa/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com