Ketua DPR: Bantuan Langsung Tunai Tidak Atasi Kemiskinan

Ketua DPR: Bantuan Langsung Tunai Tidak Atasi Kemiskinan

- detikNews
Senin, 24 Okt 2005 13:01 WIB
Jakarta - Dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) atau bantuan langsung tunai (BLT) sudah ada yang dicairkan. Tapi Ketua DPR Agung Laksono menilai BLT bukanlah solusi yang baik untuk mengatasi kemiskinan."Ini bukan solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di negeri ini," kata Agung dalam pidato pembukaan masa sidang kedua tahun 2005-2006 di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (24/10/2005).Maka dari itu, Agung meminta pemerintah untuk tidak melakukan program BLT dalam jangka panjang. Sebab akan menciptakan ketergantungan dan ketidakberdayaan masyarakat. "Sebaiknya pemerintah membuat program padat karya sebagai ganti BLT," usul Agung.Dalam pidatonya, Agung juga menyentil kebijakan kenaikan harga BBM dengan persentase yang sangat besar. Dampak kenaikan harga BBM membuat rakyat miskin terpukul. Akibatnya, melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya angka kemiskinan. "Itu juga menyebabkan buruknya gizi masyarakat," sesal Agung.Berdasarkan data gizi buruk tahun 1990-2003, jumlah anak balita kurang gizi mencapai sekitar 23 juta jiwa. Kenaikan harga BBM secara tidak langsung akan mempengaruhi angka penderita gizi buruk yang makin bertambah.Agung melanjutkan, akibat kenaikan harga BBM, angka putus sekolah berpotensi meningkat. Peningkatan angka putus sekolah tidak akan dipengaruhi program kompensasi di bidang pendidikan oleh pemerintah. Meski program itu bertujuan menyelamatkan anak-anak dari keluarga miskin agar tidak putus sekolah, namun Agung melihat program tersebut belum menjadi jaminan bagi mereka untuk dapat sekolah. Sebab, masih banyak pungutan yang dibebankan kepada orangtua dan siswa.Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun meminta agar masyarakat lebih memanfaatkan energi alternatif, yang selama ini hanya menjadi wacana. Energi alternatif yang dicontohkan Agung antara lain biodiesel, biofuel, seperti minyak dari buah jarak, umbi-umbian, gas dan batubara. "Memanfaatkan engeri alternatif ini memberikan kontribusi positif terhadap perlindungan lingkungan," saran Agung. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini