detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 05:15 WIB

Laporan Dari Mekah

Wakaf Alquran di Masjidil Haram? Awas Jangan Salah Beli!

Ardhi Suryadhi - detikNews
Wakaf Alquran di Masjidil Haram? Awas Jangan Salah Beli! Kegiatan membaca Alquran di salah satu sudut Masjidil Haram, Mekah. (Foto: Ardhi Suryadhi/detikcom)
Mekah - Ketika ibadah haji atau umrah biasanya banyak jemaah yang ingin mewakafkan Alquran di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Harapannya adalah Alquran yang kita wakafkan dimanfaatkan oleh jemaah lain, sehingga kita mendapatkan kucuran pahala dari orang ribuan atau mungkin jutaan orang yang membacanya.

Hanya saja, tak sembarang Alquran yang bisa mengisi lemari-lemari di Masjidil Haram. Mereka sudah punya standar sendiri, dan jika tak seragam maka akan 'disingkirkan'.

Ustaz Teuku Othman, pembimbing jemaah haji khusus Maktour, menjelaskan ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bukan cuma perkara salat.

Perkara amal baik lainnya yang dilakukan pun akan bernilai 100 ribu kali lipat untuk di Masjidil Haram dan 1.000 kali lipat di Masjid Nabawi.

"Makanya orang Indonesia banyak yang mewakafkan Alquran di Madinah ataupun di kota Mekah Al Mukaromah. Tujuannya agar mendapatkan fadilah dan pahala itu tersendiri. Hanya saja baik di Madinah (Masjid Nabawi) dan di Mekah Al Mukaromah (Masjidil Haram) itu Alquran-nya nggak boleh sembarangan, mereka sudah penyeragaman," tuturnya kepada wartawan saat ditemui di Mekah.

Lantas Alquran seperti apa yang diterima di dua masjid suci ini? Yaitu Alquran yang berasal dari Madinah. Alquran tersebut sekilas memiliki sampul sama seperti yang lainnya. Namun di halaman depan bagian dalam Alquran ini ada kodenya.

"Tetapi bukan berarti Alquran yang lain salah. Di sini mereka (pihak Masjidil Haram dan Nabawi) ingin membuat standar, dimana untuk Alquran itu yang diterima adalah yang berasal dari Madinah agar ada keseragaman," tegas Ustaz Teuku.

Setiap satu minggu sekali pun deretan Alquran yang berjejer di Masjidil Haram pun bakal diperiksa dan disortis oleh petugas. Dimana jika ditemui ada Alquran yang di luar standar maka akan ditarik untuk kemudian bakal dikirimkan ke masjid-masijd lainnya.

"Namun kan jemaah inginnya Alquran yang diwakafkan ini tetap berada di Masjidil Haram untuk mendapatkan nilai pahala itu - 100 ribu kali lipat di Masjidil Haram dam 1.000 kali lipat di masjid Nabawi -. Jadi kalau mau mewakafkan Alquran juga harus hati-hati," lanjutnya.

Hati-hati di sini adalah tidak asal memilih Alquran untuk kemudian ditaruh di rak-rak Masjidil Haram. Dimana Alquran dari Madinah yang masuk standar Masjidil Haram memang dihargai lebih mahal dibandingkan Alquran lainnya.

Dalam penelusuran detikcom, Alquran Madinah dipatok di harga 40-50 riyal. Sementara Alquran biasa ada yang dijual cuma 15 riyal hingga 25 riyal.

Bahkan ada penjual yang ditemui detikcom di area dekat Masjidil Haram yang menjual kitab suci umat islam tersebut seharga 15 riyal. Bukan soal harganya, melainkan si penjual menjanjikan bahwa Alquran tersebut bisa langsung dititipkan untuk diwakafkan ke Masjidil Haram.

Tentu saja ini agak meragukan. Jadi lebih aman, jemaah bisa membeli Alquran yang benar-benar asli versi Madinah untuk kemudian ditaruh ke Masjidil Haram, Jika memang sesuai standar maka dipastikan takkan kena 'razia'.

Jika tidak, jemaah bisa mewakafkan Alquran lewat badan wakaf Arab Saudi. Bisa juga di museum Ashaabee yang juga punya akses ke Masjidil Haram terkait wakaf Alquran.



Jemaah Haji Berlomba-lomba Umrah Tambahan:

[Gambas:Video 20detik]


(ash/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com