Laporan dari Mekah

Sistem Pemulangan 'Eyab' Belum Beroperasi di Madinah

Ardhi Suryadhi - detikNews
Kamis, 22 Agu 2019 04:35 WIB
Ilustrasi Masjid Nabawi, Madinah. (Foto: Antara Foto/Aji Styawan)
Mekah - Layanan baru terkait pemulangan jemaah haji yang diberi nama 'Eyab' tak cuma baru dirasakan oleh 16 kloter. Namun sistem ini juga hanya berlaku di bandara Jeddah.

Artinya, jemaah gelombang kedua yang akan bertolak ke Tanah Air dari bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, belum akan dilayani dengan sistem yang lebih nyaman tersebut.


Kepala Daerah Kerja (Kadaker) bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat, mengatakan sejatinya ketika Eyab dulu dipaparkan, layanan itu dikatakan pun akan berjalan di Madinah.

"Tapi sampai saat ini untuk Indonesia tidak mendapatkan program Eyab atau mendapatkan fasilitas Eyab pada saat pemulangan gelombang kedua di Madinah," ujarnya kepada detikcom.

Rencananya, jemaah gelombang kedua mulai akan dipulangkan dari ke Indonesia pada tanggal 30 Agustus dari Madinah. Akhir pemulangan jemaah haji dari Madinah ke Tanah Air dijadwalkan selesai pada 15 September 2019.


Saat ini, mereka secara berangsur-angsur telah diberangkatkan ke Madinah dari Mekah untuk ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi dan melakukan ibadah lainnya.

Eyap yang dalam bahasa Arab berarti 'kepulangan' merupakan inovasi dari pemerintah Arab Saudi yang sejatinya hampir sama dengan fast track pada saat periode kedatangan jemaah haji dari Indonesia.


Yang berbeda di sini adalah bahwa jemaah diminta untuk mengirim koper atau bagasi sebelum mereka berangkat pada hari H. Adapun koper jemaah akan memiliki tanda khusus berisi nama dan nomor paspor, demi memudahkan pemilahan.

Data ini akan terhubung dengan sistem bea cukai dan imigrasi bandara. Jemaah langsung akan menerima kopernya saat di bandara atau embarkasi.

Selain itu, di sistem Eyab ini jemaah tidak lagi diberangkatkan melalui terminal haji, melainkan melalui terminal biasa di bandara Saudi.

"Di sana mereka membuat tenda khusus. Jadi nanti jemaah setelah turun dari bus akan dibawa ke dalam tenda tersebut. Tenda tersebut akan ada eksibisi isinya kaitan dengan informasi haji informasi. terkait kebudayaan dan hal-hal lain yang terkait dengan Arab Saudi," papar Arsyad.

Selain itu, disediakan pula tempat duduk untuk jemaah bersantai, kantin, tempat istirahat, kantin, mushola, toilet dan fasilitas lainnya.

Kemudian setelah jemaah beristirahat sejenak langsung masuk ke tempat imigrasi dan di imigrasi tidak lagi antre menyerahkan paspor. Jemaah hanya cukup cek sidik jari, setelah itu mereka bisa langsung masuk ke ruang tunggu untuk kemudian menunggu pesawat.

Sebab sebelumnya, proyeksi Arsyad jika melalui jalur reguler yang biasa melalui terminal haji muassasah atau maktab melepas jamaah dari Mekah itu sekitar 9 atau 10 jam sebelum take off. (ash/dkp)