H-7, Semua Jalan & Jembatan Harus Bisa Digunakan dengan Aman
Senin, 24 Okt 2005 12:31 WIB
Jakarta - Seluruh jembatan dan jalan raya jalur mudik lebaran di Jawa dan Sumatera yang dalam keadaan rusak, harus dapat digunakan dengan aman mulai H-7 Idul Fitri 2005. Pada saat itu seluruh kegiatan perbaikan dan pembangunan akan dihentikan."Dengan demikian pemudik dapat memanfaatkannya dengan lancar dan aman," kata Menteri PU Djoko Kirmanto, usai diterima Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2005).Jalur mudik yang sedang dikebut perbaikannya saat ini adalah lintas timur Sumatera. Sekitar 34 km ruas jalan yang membentang mulai dari Palembang hingga Tebing Tinggi dalam kondisi berlobang. Menurut kontrak, pekerjaan tersebut baru akan tuntas pada akhir tahun ini."Sudah saya tekankan ke kontraktornya, H-7 sudah harus sudah rata. Jangan sampai ada lobang. Tutup dulu dengan batu pecah," sambung Djoko. Sementara untuk jalur pantai utara (pantura) Jawa, menurut dia, sudah dalam kondisi sangat baik. Masih adanya kemacetan, lebih disebabkan adanya bottle neck setiap menjelang daerah perkotaan yang belum mempunyai jalan lingkar luar. Inilah yang menyebabkan arus mudik akan bertemu dengan pasar tumpah atau antrean akibat penyempitan lajur jalan dari empat ruas menjadi dua. Sebagai antisipasinya, saat ini PU sedang melakukan pengerasan terhadap ruas bahu jalan yang masih dua lajur. Pada H-7 juga harus bisa sudah dapat dilalui oleh jenis kendaraan-kendaraan ringan. Sedangkan untuk perbaikan jembatan, pekan ini semuanya sudah selesai."Saya tidak menjamin tidak akan ada kemacetan, tapi yang pasti akan lebih baik dibanding tahun lalu," tambahnya.
(asy/)











































