detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 18:45 WIB

Dinkes DKI Bebastugaskan Apoteker Pemberi Vitamin Kedaluwarsa di Jakut

Arief Ikhsanudin - detikNews
Dinkes DKI Bebastugaskan Apoteker Pemberi Vitamin Kedaluwarsa di Jakut ilustrasi obat. (Foto: iStock)
Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta masih menyelidiki kasus apoteker di Jakarta Utara yang diduga memberikan vitamin kedaluwarsa kepada ibu hamil berinisial N. Apoteker itu kini dibebastugaskan.

"Saat ini Dinas Kesehatan sedang mendalami kasus ini dan melaksanakan klarifikasi terhadap puskesmas dan jajarannya. Selama periode ini, apoteker yang bersangkutan dibebastugaskan sementara dari tugasnya sebagai apoteker," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Ani Ruspitawati dalam keterangannya, Rabu (21/8/2019).



Ani menuturkan pihaknya melakukan evaluasi di lingkup internal Dinkes DKI. Pertama, Dinkes akan meningkatkan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian di puskesmas.

"Kedua, meningkatkan pembinaan terhadap penerapan manajemen mutu. Ketiga, mengevaluasi pelaksanaan SPO (standar prosedur operasional) terkait pelayanan dan program kesehatan di puskesmas," ujar Ani.

Ani menyebut telah melakukan mediasi dengan korban pada 17 dan 19 Agustus 2019. Hasilnya, Dinas Kesehatan akan memfasilitasi dan mendampingi korban selama mengecek kehamilan.

"Dinas Kesehatan berkomitmen memfasilitasi pendampingan pelayanan kesehatan bagi Ny N untuk pemeriksaan rutin ke dokter spesialis kandungan di RSUD Cengkareng setiap bulan sampai proses persalinan tanpa dikenakan biaya dan memfasilitasi proses pembuatan kartu BPJS Kesehatan," terang Ani.



Sebelumnya, N melaporkan pihak puskesmas ke Polsek Penjaringan pada 15 Agustus 2019. Dalam laporan bernomor 940/K/VIII/2019/SEK.PENJ, pihak puskesmas dilaporkan atas tuduhan Pasal 8 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto membenarkan adanya laporan tersebut. Kasus itu masih diselidiki polisi.

"Memang ada masyarakat yang melaporkan kalau istrinya yang lagi hamil dikasih obat diduga kedaluwarsa. Ini masih didalami oleh anggota apakah benar laporan tersebut," kata Budhi.
(aik/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com