detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 09:00 WIB

Keren! Mahasiswa Universitas Udayana Bikin Obat Antidepresi dari Krokot

Aditya Mardiastuti - detikNews
Keren! Mahasiswa Universitas Udayana Bikin Obat Antidepresi dari Krokot Mahasiswa Universitas Udayana Bikin Obat Antidepresi dari Krokot (Foto: Dita/detikcom)
Denpasar - Lima mahasiswa dan mahasiswi asal Universitas Udayana, Bali memenangkan lomba inovasi di Jepang. Mereka membuat obat antidepresi berbahan baku tanaman krokot dan biji labu.

Kelimanya yaitu Luh Putu Sugiari, Nevy Widya Pangestika, Ni Made Adhya Nididhya Sani, Fadel Alkahfi, dan I Nyoman Wahyu Ardianta. Mereka mengikuti Japan Design Idea and Invention Expo tanggal 15-17 Juli 2019.

"Sebenarnya mau ke Malaysia, tapi usia kami belum memenuhi, akhirnya ikut Japan Design Idea and Invention Expo. Habis itu kita berlomba dengan negara Malaysia, India, Sudi, Turki, Vietnam, Kanada, setelah itu kami berhasil mendapatkan penghargaan silver medal untuk penelitian yang kami lakukan," ujar Luh Tu saat ditemui di Agrokompleks Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Rabu (21/8/2019).


Mahasiswa Universitas Udayana Bikin Obat Antidepresi dari KrokotMahasiswa Universitas Udayana Bikin Obat Antidepresi dari Krokot Foto: Dita/detikcom


Luh Tu mengatakan penelitiannya mendapatkan apresiasi dari salah satu juri asal Kamboja. Sebab, depresi dinilai menjadi salah satu penyakit yang jamak dialami masyarakat modern ini.

"Dia bilang ini sangat dibutuhkan masa saat ini. Ketika banyak hal yang menyibukkan kita, kita juga perlu pikiran yang lebih baik, kalau lingkungan tidak mendukung kita kerja dan beraktivitas dengan baik itu bisa depresi. Kalau terlalu banyak minum obat tidak sehat, ini kan seperti minuman lainnya tapi mengandung antidepresi, dibilang idenya bagus dan diterapkan di era saat ini," ceritanya.



Luh Tu mengatakan ide pembuatan minuman dan kapsul antidepresi ini berawal karena obat antidepresi yang ada saat ini memiliki banyak efek samping dan wajib diresepkan dokter. Dari situlah mereka mulai mencari referensi dan menemukan krokot sebagai tanaman yang kaya dengan asam lemak omega 3 yang mampu menurunkan kortisol.

"Di fakultas kami tanaman ini banyak ditemukan dan menganggu tanaman utama. Dari tinjauan pustaka tanaman ini banyak mengandung asam lemak omega 3 dan efektif menurunkan kortisol penyebab depresi, kemudian kami juga menguji biji labu kuning yang ternyata mengandung asam amino triptofan dan mengandung hormon seretonin yang bikin senang," jelasnya.

Uji coba pun dilakukan di sela kesibukan mereka kuliah. Dari hasil ujicoba ramuan yang mereka buat efektif menurunkan kadar stres pada lima tikus yang diuji swimming test.

"Untuk tikus mereka lebih cepet stabil dibandingkan yang tidak minum. Saat kita coba minum waktu perjalanan ke Jepang efeknya terasa tidurnya lebih nyenyak," terang Luh Tu.

Rencananya kelima mahasiswa-mahasiswi semester 7 ini bakal mempatenkan produk mereka. Hingga saat ini mereka masih mencoba mencari bahan alami sebagai pengawet minuman krokot dan biji labu tersebut.

"Kita mau membuat dengan pengawet alami, kalau tanpa pengawet hanya tahan 7 hari. Kita juga terhalang semester, sudah semester 7 kita akan langsung KKN, mungkin setelah KKN ada jeda magang mungkin kita coba. Untuk kapsul kita akan urus hak paten dulu baru akan memikirkan pasarnya," tuturnya.


(ams/knv)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com