detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 19:45 WIB

Jual Meterai Palsu Hasil Rekondisi Bekas Pakai, Komplotan ini Diciduk Polisi

Farih Maulana - detikNews
Jual Meterai Palsu Hasil Rekondisi Bekas Pakai, Komplotan ini Diciduk Polisi Polres Jaksel menangkap pemalsu meterai. (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap 5 pelaku pemalsuan meterai. Para tersangka telah memproduksi ribuan meterai palsu dan menjualnya ke warung-warung.

Kapolres Metro Jaksel Kombes Bastoni Purnama mengatakan modus pemalsuan meterai ini dilakukan dengan dua cara. Selain dengan mencetak sendiri, para pelaku merekondisi meterai bekas.

"Kalau rekondisi jadi meterai yang asli, modusnya dibersihkan menggunakan aseton dengan cuka sehingga tulisan maupun stempel yang di meterai lama hilang. Kemudian dibersihkan direndam dalam air sehingga lemnya hilang kemudian tampak seperti yang baru. Sedangkan pemalsuan meterai murni melakukan pencetakan meterai seolah-olah itu mirip dengan yang asli," ujar Bastoni di kantornya, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (20/8/2019).

Para tersangka yang berinisial EN (46), AR (46), dan IF (35) ditangkap di wilayah Jagakarsa, Jaksel, Kamis (18/7), ketika tengah bertransaksi. Sedangkan dua tersangka lainnya, MN (55) dan YI (40), ditangkap pada Kamis (9/8) di tempat tinggalnya di wilayah Pasar Minggu, Jaksel.

Bastoni mengatakan, dari aksinya, para tersangka mendapat keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Para tersangka telah melancarkan aksinya selama 2 tahun.


"Rekondisi sekitar ratusan juta, pemalsuan sekitar ratusan juta karena beroperasi sudah 2 tahun. Kemudian dijual dengan harga berkisar antara Rp 3.500 sampai Rp 4.000 ke warung-warung atau tempat yang tidak resmi untuk menjual beli meterai," kata Bastoni.

Selain itu, kata Bastoni, para tersangka mendapat barang meterai bekas itu dari lapak-lapak yang menjual kertas bekas dari arsip-arsip perusahaan atau swasta. Kemudian, para tersangka memilih dan membeli kertas yang terdapat meterainya.

"Ini jadi pelajaran buat kita yang biasa menggunakan meterai untuk kegiatan agar lebih berhati-hati. Ketika surat-surat tersebut sudah tidak berlaku atau salah, sebaiknya dihancurkan saja berikut dengan meterainya, kalau tidak nanti dimanfaatkan lagi sama orang yang tidak bertanggungjawab," katanya.

Akibat perbuatannya, kelima pelaku dikenai Pasal 253 dan 257 serta 260 tentang pemalsuan meterai dengan ancaman hukumnya 7 tahun.




Tonton Video Awas! Beredar Meterai Palsu, Begini Membedakannya:

[Gambas:Video 20detik]


(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com