detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 08:38 WIB

Ferdinand PD Prediksi Trotoar Cikini Bakal Jarang Dilewati

Zunita Putri - detikNews
Ferdinand PD Prediksi Trotoar Cikini Bakal Jarang Dilewati Ferdinand Hutahaean (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Pemprov DKI telah hampir merampungkan revitalisasi trotoar yang ada di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean kembali mengeluhkan luasnya trotoar.

Menurut Ferdinand Pemprov DKI tak seharusnya meneruskan proyek pelebaran trotoar itu. Alasannya warga Jakarta itu jarang yang berjalan kaki di sekitar Cikini. Dia menyebut seharusnya tak perlu ada perluasan trotoar di area Cikini.

"Pejalan kaki kalau di Jakarta ini sangat jarang ya, paling 1,2,3,4 yang melintas. Dan jarang-jarang, kenapa? karena cuacanya memang terik, jarang orang mau berjalan kaki untuk tempuh perjalanan, jarak dekat aja orang naik ojek sehingga lebar trotoar jadi mubazir dan tidak bermanfaat," kata Ferdinand kepada wartawan, Senin (19/8/2019).

"Semestinya yang tadinya lebar trotoar sudah ada 2 meter itu cukup, tinggal dipercantik, di tata ulang lantai trotoarnya, dipasang penunjuk jalan untuk kaum difabel yang lintasan kuning itu," imbuhnya.

Sejumlah warga melintas di trotoar CikiniSejumlah warga melintas di trotoar Cikini Foto: Rengga Sancaya


Ferdinand mengatakan jalur Cikini yang sempit itu akan menjadi tambah sempit jika dilakukan pelebaran trotoar. Pemprov DKI, kata Ferdinand, perlu melakukan evaluasi untuk revitalisasi trotoar ini.

"Tidak perlu untuk di Jakarta (pelebaran trotoar) kecuali di jalan-jalan besar, seperti Sudirman-Thamrin, oke, supaya proporsional dan sesuaikan, tetapi Cikini, Cikini itu jalur kecil, jalur sempit dipasangi jalur trotoar lebar menjadi tidak proporsional," katanya.

Meski begitu, Ferdinand mengaku dirinya tidak bermaksud untuk memperhatikan pejalan kaki. Dia mengatakan trotoar memang perlu untuk warga yang berjalan kaki, namun Pemprov seharusnya mempertimbangkan keperluan pelebaran trotoar di sejumlah jalan di Jakarta.

Dia juga menyebut Gubernur DKI Jakarta tak perlu melakukan playing victim atau menempatkan diri seolah sebagai korban ketika mendapat kritikan terkait pelebaran trotoar. Dia menyebut Anies membuat pelebaran trotoar dikarenakan untuk menutupi kesalahannya.

"Mengapa saya bilang playing victim, itukan pembelaan diri bahwa seolah-olah Anies bekerja untuk memuliakan pejalan kaki, padahal itu menurut saya melihat upaya kesalahan kajian, atau upaya kesalahan kebijakan, makanya itu saya bilang playing victim seolah-olah dia sudah bekerja benar untuk pejalan kaki. Tetapi diserang, itu kesalahan dia, dan itu playing victim," ucapnya.

Warga melintas di trotoar CIkiniWarga melintas di trotoar CIkini Foto: Rengga Sancaya


Diketahui, Ferdinand pernah memprotes keras kebijakan Anies yang melakukan pelebaran jalan. Menurut Ferdinand, pelebaran trotoar itu bikin jalan untuk kendaraan bermotor jadi sempit dan macet. Keluhan itu mula-mula disampaikan Ferdinand lewat akun Twitter @FerdinandHaean2. Dia menyertakan foto kemacetan di Cikini.

"Jakarta itu jalanannya macet, ruas jalan tak lg ideal dgn jumlah kendaraan. Tp koq bs Pemda DKI merampas badan jalan untuk meperlebar trotoar hingga 3 mtr lebih. Cikini yg slm ini padat, makin padat. Trotoar itu cukup 1,5 mtr utk pejakan kaki. @DKIJakarta," tulis Ferdinand pada Jumat (19/7).



Tonton Begini Kondisi Proyek Trotoar yang Disebut Perparah Polusi Jakarta:

[Gambas:Video 20detik]


(zap/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com