Gus Dur Risih Tunjangan DPR Naik Rp 10 Juta
Minggu, 23 Okt 2005 22:41 WIB
Jakarta - Kenaikan tunjangan operasional anggota DPR Rp 10 juta terus menuai kecaman. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menanggap kenaikan itu bentuk sikap DPR tidak peduli krisis ekonomi."Tunjangan Rp 10 juta di tengah-tengah kondisi bangsa seperti sekarang ini adalah hal yang risih," kata Gus Dur kepada wartawan dalam acara buka puasadi sebuah rumah makan di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Minggu (23/10/2005). "Seolah-olah kita saat ini tidak krisis, apa itu bukannya sikap lari dari kenyataan," tambah Gus Dur.Namun, ia mengaku tidak akan mencampuri sikap FKB di DPR terkait masalah ini. "Saya cuma melihat dari luar saja, soal diterima atau tidak itu urusan FKB, saya tidak mau ikut campur," tegasnya.Mengenai carut marutnya pemberian kompensasi BBM, Gus Dur berpendapat hal itu terkait birokrasi pemerintah yang buruk. "Kompensasi BBM itu menyangkut wilayah birokrasi dan wilayah pemerintahan yang sangat kotor , lah wong potongannya hingga sepertiganya," jelas Ketua Dewan Syuro PKB ini. Ia meminta pemerintah segera mengevaluasi pemberian kompensasi BBM tersebut. "Bila tidak maka rakyat yang nanti akan mengevaluasinya karena kalau dibilang rakyat membutuhkan kompensasi, itu namanya menghina rakyat," tandas mantan Ketum PBNU ini.
(ton/)











































