Wapres Sedih Pembagian SLT BBM Memakan Korban Jiwa
Minggu, 23 Okt 2005 17:43 WIB
Jakarta -
Wapres Jusuf Kalla mengaku sangat sedih dan menyampaikan duka cita atas munculnya korban meninggal saat pembagian subsidi langsung tunai (SLT) kenaikan harga BBM seperti di Jambi."Kita bersedih dan berduka cita atas korban meninggal seperti di Jambi. Sebenarnya kejadian ini bisa terjadi dengan alasan apa saja," kata Jusuf Kalla usai mengunjungi laboratorium virus di kampus UI Salemba, Jakarta, Minggu (23/10/2005).Seperti diketahui, seorang Ketua RT yang bernama Saman (52) menjadi korban kekecewaan warga atas tidak meratanya pembagian SLT BBM. Saman tewas ditikam warga. Selama ini Saman adalah Ketua RT di Dusun Benit, Desa Sungai Mengkuang, Kecamatan Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi."Gubernur Jambi sudah menjelaskan kepada saya. Di Bungo itu daerahnya terkenal agak panas. Sama dengan daerah saya di Makassar. Soal sewa becak aja bisa baku tikam. Tapi saya sudah perintahkan gubernur untuk memerintahkan bupati dan camat mengatasi masalah itu," tegas Jusuf Kalla.Pencairan SLT 30%Dalam kesempatan itu Wapres juga mengakui bahwa hingga Sabtu 22 Oktober kemarin dana SLT yang dicairkan baru untuk 6 juta penduduk miskin dari total penduduk miskin 15,5 juta. "Itu berarti baru 30-40 persen dan masih ada 9 juta yang belum dibagikan. Tapi masyarakat ingin cepat dan ada yang salah mengerti bahwa dia tidak akan dapat," ujarnya.Oleh sebab itu, kata Wapres, dirinya berharap agar masyarakat bersabar. Sebab, jika warga miskin sudah memenuhi syarat yang ditetapkan pasti akan memperoleh haknya. Diharapkan dalam waktu dua minggu ke depan, 9 juta penduduk miskin yang belum menerima SLT akan segera memperolehnya.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































