Laboratorium Virus di Indonesia Tunggu Sertifikasi dari WHO

Laboratorium Virus di Indonesia Tunggu Sertifikasi dari WHO

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2005 14:03 WIB
Jakarta - Laboratorium virus yang dimiliki Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan laboratorium negara lain. Laboratorium virus itu pun satu-satunya di Asean. Sayang, laboratorium itu belum memperoleh sertifikasi dari badan kesehatan dunia (WHO).Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono saat mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengunjungi laboratorium virus di Kampus UI Salemba, Jakarta, Minggu (23/10/2005).Akibat belum adanya sertifikasi dari WHO ini maka sejumlah penyakit seperti flu burung mesti diteliti di laboratorium virus di Hongkong. "Kalau soal flu burung, kenapa dibawa ke Hongkong karena sesuai dengan rujukan WHO harus dibawa ke Hongkong. Jadi kita sedang usahakan laboratorium kita terakreditasi dan mendapat sertifikat dari WHO sehingga tidak perlu jauh-jauh dibawa ke Hongkong," terangnya.Dikatakan Mentan, dalam beberapa tahapan sebenarnya laboratorium di Indonesia sudah bisa mendeteksi soal virus flu burung. Namun yang saat ini belum dimiliki adalah laboratorium yang tingkat kemampuannya pada level III. "Sekarang kita sedang usahakan hal itu di Depkes dan Deptan," ujar Anton.Sementara Wapres Jusuf Kalla mengaku optimis laboratorium virus yang ada di kampus UI Salemba memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan laboratorium di negara lain. "Selama ini apabila kita bicara hal yang lebih rinci seperti flu burung dan SARS acuannya luar negeri, karena itu kita sekarang dengan tenaga dan kemampuan yang ada diusahakan dapat mendeteksi dan menyelesaikannya sendiri. Saya yakin dalam waktu singkat kita bisa punya laboratorium yang sama dengan di Hongkong," tandas Jusuf Kalla. (san/)


Berita Terkait