Di Bantar Gebang, SLT BBM Hanya Diberikan Pada Warga Asli

Di Bantar Gebang, SLT BBM Hanya Diberikan Pada Warga Asli

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2005 12:58 WIB
Jakarta - Meski miskin, kalau tidak memiliki surat rumah alias pengontrak yang bukan warga asli di Bantar Gebang, Bekasi, tidak akan mendapatkan subsidi langsung tunai (SLT) bahan bakar minyak (BBM). Di daerah itu, SLT hanya diberikan kepada warga asli. Demikian pengakuan Ida dan Rumaa, warga di desa Ciketing Udik, Bantar Gebang yang ditemui detikcom di sela-sela acara pembagian sembako PAN, di kantor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Minggu (23/10/2005). Rumaa mengaku telah pindah ke Bantar Gebang sejak 1996. Hingga kini perempuan berusia 40 tahun itu masih mengontrak. Dia menduga karena statusnya yang pendatang itulah yang menyebabkan keluarganya tidak mendapatkan SLT BBM. "Penduduk pendatang yang tidak memiliki rumah dan tanah di sini meskipun punya kartu keluarga dan KTP tidak mendapat dana kompensasi. Yang dapat hanya masyarakat asli yang punya surat rumah atau surat tanah," kata Rumaa.Perempuan itu lantas menuturkan, dirinya dan tetangganya sama-sama miskinnya, namun tetangganya karena warga asli mendapatkan SLT. "Kita sama-sama susah, tapi yang dapat tetangga saya yang punya surat rumah," jelas Rumaa. Ida (28) juga memberi penuturan yang sama. Ibu dua anak itu mengaku, penghasilan suami dan dirinya sehari Rp 25 ribu. Uang itu habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kita sudah didaftar. Saya pasrah saja kalau dikasih ya syukur kalau nggak ya sudah. Tapi saya tetap nunggu," kata Ida. Selain SLT BBM, warga Bantar Gebang juga mendapatkan uang bau Rp 50 ribu setiap bulan. Uang tersebut merupakan uang ganti rugi atas tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tak sedap di Bantar Gebang. Namun uang itu pun lagi-lagi hanya diberikan kepada penduduk asli. (iy/)


Berita Terkait