Pengungsi Banjir Bandang di Aceh Mulai Terserang Penyakit
Minggu, 23 Okt 2005 07:54 WIB
Jakarta - Kondisi para pengungsi korban musibah tanah longsor dan banjir bandang di Kutacane, Aceh Tenggara semakin memprihatinkan. Kebanyakan dari pengungsi mengalami penyakit kulit dan pernafasan."Penyakit terbanyak yang dialami oleh pengungsi Kutacane berupa trauma, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan gangguan kulit seperti gatal-gatal," kata seorang dokter dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Maimunar, dalam rillisnya yang diterima detikcom Sabtu (22/10/2005).Maimunar juga menjelaskan, bahwa para pengungsi Kutacane ini sangat membutuhkan pelayanan medis. "Di GOR dan Balai Adat Kutacane saja terdapat 1500 pengungsi, sedangkan korban yang tewas berjumlah 21 orang, dan luka-luka berat sejumlah 30 orang," tutur Maimunar."Saat ini kebutuhan yang sangat mendesak adalah pelayanan medis, dan kebutuhan pendukung lainnya yaitu berupa pakaian, selimut, sembako dan peralatan bayi," lanjut Maimunar.BSMI saat ini, telah membawa langsung bantuan obat-obatan dan alat-alat kesehatan ke lokasi pengungsian. Selain itu BSMI juga telah membuka dua posko kesehatan di dua lokasi pengungsian di desa Suka Makmur dan desa Selawe Deringin."Tim juga melakukan beberapa kegiatan yakni menggelar pengobatan gratis, pendataan ulang korban dan pengungsi, serta membagikan sembako," ujar Humas BSMI Heri Riswandi.Heri menambahkan, saat ini ada delapan daerah pengungsian yang sangat membutuhkan bantuan yaitu, Desa Simpang Somadam, Lawe Deringin Jaya, Suka Makmur, Semadam Awal, Titi Pasir, Pasar Puntung, Kampung Baru, dan Kebun Sere Kecamatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara. "Saat ini terdapat 400 bangunan rumah yang hanyut dan rusak berat, sedangkan rumah rusak ringan sejumlah 150 buah," ujar Heri.
(ahm/)











































