Mentan Serukan Jihad Melawan Kemiskinan

Mentan Serukan Jihad Melawan Kemiskinan

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2005 07:20 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono mengajak masyarakat untuk berjihad. Teroris? Bukan, karena seruan jihad Mentan ini untuk melawan kemiskinan di masyarakat. "Kita semua, rakyat bersama seluruh elemen pemerintah perlu berjihad berjuang sungguh-sungguh untuk mengentaskan kemiskinan," Kata Anton Apriantono dalam keterangan persnya kepada detikcom Sabtu (22/10/2005).Hal ini diungkapkannya, dalam acara dialog interaktif dengan ratusan petani dalam forum dialog Mentan dengan Kelompok Tani se-Bogor di Ciomas, Jawa Barat. Menurut Anton, kemiskinan yang terjadi di Indonesia terjadi karena beberapa faktor. Yang pertama dan utama adalah persoalan struktural akibat kebijakan yang keliru di masa lalu. Karena itulah, tambah Anton, Kabinet Indonesia Bersatu sedang berusaha keras untuk mengoreksi berbagai kekeliruan itu."Koreksi dan perbaikan tidak hanya terjadi di deptan. Tapi juga departemen-departemen dan lembaga lainnya," ujar Anton. "Perjuangan melawan kemiskinan, memberdayakan rakyat agar maju dan sejahtera adalah tanggungjawab kita bersama. Mari kita melakukan perbaikan di segala sektor, semua lini, dimana pun kita berada," lanjutnya.Pada kesempatan lainnya, ketika mengunjungi Taman Safari Indonesia untuk kampanye pencegahan flu burung, Mentan mengimbau masyarakat terutama para peternak pentingnya menjaga kebersihan diri."Saya optimis, jika kita selalu menjaga kebersihan diri, kandang dan lingkungan, persoalan virus flu burung bisa diatasi," tandasnya.Anton menjelaskan, kebersihan diri itu penting seperti selalu mencuci tangan setelah kontak dengan unggas. Menjaga makanan dengan memasak terlebih dahulu. Menjaga lingkungan dengan selalu membersihkan kandang, menyemprot dengan desinfektan (akporit), dan mengubur kotoran. Dan kalau ada yang mati atau sakit mencurigakan segera lapor ke petugas peternakan."Melalui Pak Camat, saya mengajak para peternak dan pemilik hewan peliharaan untuk ikut gerakan Tumpas Avian Influenza (AI)," lanjut Mentan.Gerakan Tumpas AI Yaitu, suatu gerakan nasional yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pandaan, Jatim, 18 September 2005 lalu. Anton dalam kesempatan tersebut, juga memberikan penerangan mengenai tahapan atau langkah pencegahan flu burung.1. Tak perlu panik dan khawatir berlebihan dengan flu burung karena penyebabnya adalah virus lemah yang mudah mati oleh panas, sinar matahari dan desinfektan (deterjen dan lainnya).2. Usahakan kebersihan kandang unggas dan semprotkan bahan-bahan desinfektan (antihama).3. Mencuci tangan dengan air sabun setelah kontak dengan unggas maupun produknya.4. Proteksi anak-anak dan lansia dari kontak langsung dengan unggas, terutama yang terlihat sakit.5. Amankan makanan dengan memasak terlebih dahulu daging dan telur unggas sebelum disantap.6. Segera lapor kepada aparat berwenang jika ada unggas sakit atau mati mencurigakan.Kepada para petani utusan dari kelompok-kelompok usaha tani di Bogor, Mentan secara simbolik menyerahkan bantuan berupa 750 kg benih padi dan 250 kg benih jagung. Pada kesempatan yang sama, Mentan juga memberikan bingkisan dan santunan kepada sedikitnya 100 anak yatim yang berasal dari beberapa kelurahan di Kecamatan Ciomas Bogor."Bantuan ini memang tidak seberapa. Jauh dari jumlah yang dibutuhkan. Tapi, kami berharap semoga bermanfaat dan membawa keberkahan," ungkap Mentan. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads