Ketua DPRD Binjai Duga Teror di Rumahnya Terkait Galian C Ilegal

Khairul Ikhwan Damanik - detikNews
Jumat, 16 Agu 2019 17:05 WIB
Foto: Rumah ketua DPRD Binjai diteror (dok ist)
Medan - Pelemparan baru di rumah Zainuddin Purba, Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), diduga merupakan upaya teror. Kaitannya dengan masalah tambang Galian C di daerah tersebut.

Dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (16/8/2019), Zainuddin menyatakan, dia menduga teror ini memang terkait dengan surat yang belum lama ini dikirimkannya pada kepada Kapolda Sumut, Kapolres Binjai, dan Wali Kota Binjai.

Surat itu merespons kasus penutupan dan penangkapan alat berat Galian C ilegal di lahan PT Perkebunan Nusantara 2 (Persero) di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur. Tindakan itu diambil Polda Sumut pada Juni 2019 lalu, karena lokasi tambang tersebut melakukan usaha pertambangan tanpa izin. Dalam kasus itu, polisi mengamankan empat alat berat.



Nah, dalam surat yang dikirimkan Zainuddin itu, polisi juga diminta juga menindak Galian C ilegal di lokasi lain. Yakni di lahan PT Perkebunan Nusantara 2 (Persero) yang ada Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan.

Sampai hari ini, kata Zainuddin, tambang pasir ilegal itu masih beroperasi bebas. Kemungkinan, hal inilah yang memantik teror dengan pelemparan batu ke rumahnya.

"Tekanan teror sudah selalu dilakukan oleh preman tengik mereka kepada siapa pun yang mengganggu usaha mereka, Saya menduga mereka karena saya tidak ada masalah dengan siapa pun sampai saat ini," kata Zainuddin di Binjai.



Terkait dengan pelemparan rumahnya yang terjadi dini hari tadi, Zainuddin menyatakan ada dua batu yang digunakan pelaku. Namun hanya satu batu yang mengenai kaca jendela rumahnya.

Kasus pelemparan ini terjadi sekitar pukul 03.10 WIB. Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto menyatakan pihaknya saat masih melakukan penyelidikan di lapangan. Berdasarkan penyelidikan awal, rumah itu sebenarnya memiliki kamera
pemantau atau CCTV tapi ternyata tidak berfungsi atau mati. Sedangkan saksi-saksi awal yang dimintai keterangan mengaku tidak melihat pelaku. (rul/rvk)