Bulan Puasa, Diskotek Masih Jadi Sarang Narkoba

Bulan Puasa, Diskotek Masih Jadi Sarang Narkoba

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2005 05:14 WIB
Jakarta - Tak hanya melanggar ketentuan jam buka tutup, sejumlah diskotek di hotel berbintang di Jakarta malah masih menjadi sarang peredaran narkoba. Bahkan penyaluran barang haram itu, melibatkan pegawai diskotek. Pegawai diskotek yang menjadi pengedar narkoba jenis pil ekstasi ini adalah para pelayan ataupun keamanan diskotek tersebut. Seperti yang terlihat di sebuah diskotek kawasan Jakarta Barat, pil ekstasi akan mudah didapat dengan harga Rp 100 ribu per butirnya. Diskotek ini juga terbilang cukup berani. Tempat dugem yang berada satu komplek dengan sebuah Hotel ini buka hingga pukul 05.00 WIB. Bahkan kalau sedang ramai seperti pada malam Minggu diskotek ini buka hingga pukul 06.00 WIB. Padahal sesuai dengan Perda Nomor 10 Tahun 2004 diskotek di hotel berbintang hanya diperkenankan buka hingga pukul 01.30 WIB.Pelanggaran ketentuan jam tutup diskotek juga terjadi di sebuah club di daerah Jakarta Pusat yang merupakan fasilitas dari sebuah hotel berbintang lima. Tempat dugem ini, buka hingga pukul 04.00 WIB ataupun 05.00 WIB. Tutup sejumlah diskotek di Jakarta selama Ramadhan ini menjadi ajang pengelola diskotek untuk meraup keuntungan yang lebih besar. Betapa tidak, harga cover charge yang sebelumnya hanya Rp 20 ribu ketika bulan puasa dijual dengan harga Rp 50 ribu. Kendati harga tiket naik dua kali lipat, namun tetap saja diskotek diserbu ratusan pendugem. Suasana sesak, pengap oleh asap rokok dan keringat agaknya tak menyurutkan mereka untuk beranjak dari tempat itu. Mereka tetap saja berjoget hingga azan subuh mengumandang.Memang hampir setiap bulan puasa dua diskotek di hotel yang terletak di Jakarta Barat dan Timur itu diserbu penikmat musik aliran house. Soalnya mereka tak punya pilihan lain, selain di dua tempat itu.Room Karaoke Jadi DiskotekKendati ada larangan dari Pemda DKI Jakarta soal diskotek di luar hotel berbintang yang harus tutup, namun tak menyurutkan pengeola tempat hiburan malam untuk menyediakan tempat bagi mereka yang ingin bergoyang. Mereka tak kehilangan akal untuk menjaring tamu. Mereka menjadikan room karaoke menjadi layaknya sebuah diskotek dengan memutar musik disko. Akhirnya room karaoke itu tetap jadi ajang geleng-geleng kepala.Hal ini terlihat di sejumlah diskotek di kawasan Mangga Besar dan Kota. Tempat ini menyediakan room karaoke untuk dijadikan diskotek selama bulan puasa. Peredaran narkoba pun marak di tempat hiburan ini. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads