ADVERTISEMENT
detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 14:37 WIB

Laporan Dari Mekah

Mau Salat Jumat, Jemaah Sesaki Masjidil Haram Sejak Pagi

Ardhi Suryadhi - detikNews
Mau Salat Jumat, Jemaah Sesaki Masjidil Haram Sejak Pagi Foto: Jemaah Sesaki Masjidil Haram (Ardhi/detikcom)
Mekah - Suasana salat Jumat di Masjidil Haram pada minggu ini penuh sesak oleh para jemaah. Sejak pagi banyak orang berbondong-bondong untuk datang.

Maklum saja, para jemaah mayoritas masih berada di kota Mekah usai menunaikan rangkaian puncak haji Armuzna: Arafah, Muzdalifah dan Mina.



Mereka kini tinggal menunggu waktu untuk melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk ibadah Arbain atau pulang ke Tanah Air masing-masing.

Suasana salat Jumat di Masjidil Haram pun berbeda dengan minggu lalu. Di mana saat itu kondisinya begitu lengang lantaran sebagian jemaah sudah bergerak untuk wukuf di Arafah.

Jumat (16/8/2019) pagi, para jemaah sudah bergerak secara bergerombol di area Baitullah. Padahal jarum jam masih menunjukkan pukul 9 pagi waktu Arab Saudi, sedangkan waktu Jumat jatuh pada pukul 12.25.

Mau Salat Jumat, Jemaah Sesaki Masjidil Haram Sejak PagiFoto: Jemaah Sesaki Masjidil Haram (Ardhi/detikcom)




Jemaah pantas was-was. Sebab, mereka tahu bahwa kondisi Masjidil Haram dalam beberapa waktu terakhir sudah begitu padat, khususnya mendekati waktu salat.

Jadi ketika datang untuk salat Jumat dengan rentang waktu yang mepet, sudah bisa dipastikan akan kesulitan untuk masuk ke area dalam masjid suci di kota Mekah ini.



Petugas keamanan Masjidil Haram langsung melakukan blokade akses masuk ketika mendekati waktu salat ataupunmelihat situasi di area dalam sudah sesak.

Kalaupun bisa masuk maka jemaah akan diarahkan ke lantai 2 atau 3 (rooftop) Masjidil Haram. Jadi jangan mengharapkan bisa salat dengan langsung menatap kiblat jika datangnya mepet-mepet.

Terlebih lagi jika akses masuk sudah benar-benar ditutup. Jika sudah begini, maka jemaah harus ikhlas salat di pelataran luar Masjidil Haram dengan beratap langit dan sinar matahari dengan suhu sekitar 40 derajat celcius.

Jangan tanya bagaimana rasanya. Yang pasti untuk berjalan kaki di suhu tersebut para jemaah butuh penutup kepala dan muka, seperti payung, sunglases, hingga masker.

Menurut KH Hamdan Rasyid, pembimbing jemaah haji khusus Maktour, hari Jumat disebut juga Sayyidul Ayyam. Maksudnya adalah salat Jumat merupakan hari yang lebih utama atau terbaik dibandingkan hari-hari lainnya.

"Apalagi jika salatnya di Masjidil Haram. Ini tentu pahalanya lebih besar, nilai pahalanya 100 ribu kali dibandingkan masjid yang lain," ujarnya saat ditemui detikcom di Mekah.

KH Hamdan menganjurkan di hari Jumat untuk memperbanyak amalan-amalan. Seperti memperbanyak baca Al Quran bisa surat Al Kahfi, Yassin, Al Mulk, Ar Rahman atau lainnya serta memperbanyak salawat untuk Rasulullah.



Tonton juga video Kenapa Air Zamzam Begitu Spesial?:

[Gambas:Video 20detik]


(ash/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed