ADVERTISEMENT
detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 13:50 WIB

KPK Tanggapi Jokowi yang Minta Ukuran Pemberantasan Korupsi Diubah

Faiq Hidayat - detikNews
KPK Tanggapi Jokowi yang Minta Ukuran Pemberantasan Korupsi Diubah Ketua KPK Agus Rahardjo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo menilai pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi telah dilakukan KPK. Ke depan, hal yang sama disebut Agus juga akan terus dilakukan tanpa pandang bulu.

Saat dimintai tanggapan, Agus lebih dulu mengutip pernyataan Jokowi. Agus membagi 2 pernyataan Jokowi sebagai berikut:

Pernyataan pertama:

"Kita harus terus mencegah korupsi tanpa mengganggu keberanian berinovasi. Kita harus memanfaatkan teknologi yang membuat yang sulit menjadi mudah dan yang rumit menjadi sederhana."

Pernyataan kedua:

"Ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM juga harus diubah, termasuk kinerja pemberantasan korupsi. Penegakan hukum yang keras harus didukung. Penegakan HAM yang tegas harus diapresiasi. Tetapi keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang dipenjarakan. Harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM bisa dicegah, berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan. Ini perlu kita garisbawahi. Oleh sebab itu, manajemen tata kelola serta sistemlah yang harus dibangun."




Agus menilai Jokowi ingin apa yang diutarakannya dalam 2 pernyataan itu harus seiring sejalan, yaitu penindakan yang tegas dan pencegahan yang berimbas pada penyelamatan keuangan negara serta perubahan tata kelola dan manajemen. Agus pun menyebut KPK sudah melakukan keduanya.

"Menurut saya, dua-duanya sudah dijalankan KPK hari ini dan juga yang akan datang," kata Agus kepada wartawan, Jumat (16/8/2019).

Dalam penindakan, Agus menyampaikan KPK selalu tegas tanpa pandang bulu memberantas korupsi. Sedangkan dalam pencegahan, Agus mencontohkan langkah KPK yang saat ini masif menggerakkannya.

"Pencegahan juga harus dilakukan lebih masif dan lebih menyasar sektor-sektor strategis. Dalam hal pencegahan jumlah uang negara yang diselamatkan oleh KPK memang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang dirampas dalam penindakan. Nilainya triliunan. Detail angkanya nanti akan dirilis," sebut Agus.

"Dalam waktu yang sama, KPK juga mendorong dan mendampingi supaya terjadi percepatan perubahan tata-kelola, manajemen, dan sistem," imbuh Agus.

Sektor strategis yang disebut Agus seperti sumber daya alam, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keuangan negara, seperti pajak, bea-cukai, pengadaan barang/jasa, dan sebagainya. Sedangkan berkaitan dengan pembenahan manajemen, Agus menyebut KPK juga serius membenahi sistem pemilu.

"KPK pun serius menginginkan pembenahan partai dan sistem pemilu/pemilukada. Pencegahan dan penindakan juga harus mengikuti kemajuan teknologi. Di sini juga pentingnya kerja sama regional dan internasional," imbuh Agus.




Jokowi soal Korupsi, Menkum: Pencegahan Harus dari Sistem:

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed