Bus selawat merupakan salah satu layanan adalah dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang digandrungi para jemaah.
Bus-bus tersebut beroperasi dari sejumlah shelter yang melewati pemondokan tempat para jemaah menginap menuju Masjidil Haram. Ada 9 rute yang dilayani dengan lebih dari 400 unit bus berkapasitas besar.
Sebelumnya, dalam rangka rangkaian puncak haji Armuzna: Arafah, Muzdalifah dan Mina, bus selawat dihentikan sementara pada tanggal 6,7,8,14 dan 15 Zulhijah 1440 H (14 Agustus 2019).
Foto: Bus Selawat di Mekah (Ardhi/detikcom) |
Namun pada Kamis 15 Agustus sore hari, bus-bus tersebut sudah beroperasi lagi melayani para jemaah RI.
"Karena untuk penempelan stiker di bus itu kan butuh waktu, gak bisa mepet. Jadi kita hentikan. Selain itu, di periode tersebut juga bisa dimanfaatkan para jemaah untuk menyiapkan fisik guna menyambut puncak haji yang dimulai di Arafah," kata Subhan saat berbincang dengan detikcom di kantor Daker Mekah.
Saat ini, PPIH telah menurunkan tim untuk berkoordinasi dengan syarikah mendata ulang bus yang ditarik untuk angkutan masyair (puncak ibadah haji).
Termasuk mengupayakan stiker-stiker yang sempat tertempel di bus-bus selawat tidak menutupi stiker Indonesia, sehingga bisa mudah dikenali jemaah.
Kenapa Air Zamzam Begitu Spesial?:
(ash/fdu)












































Foto: Bus Selawat di Mekah (Ardhi/detikcom)