Empat Warga Pingsan Antre Sembako di PDIP

Empat Warga Pingsan Antre Sembako di PDIP

- detikNews
Sabtu, 22 Okt 2005 16:15 WIB
Jakarta - Animo masyarakat menghadiri bazar murah PDIP sangat tinggi. 5.000 paket sembako pun ludes terjual. Empat warga jatuh pingsan saat mengantre sembako.Warga terlihat berdesakan mengantre sembako yang dijual seharga Rp 10 ribu per paket di halaman kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (22/10/2005).Udara panas yang menyengat dan antrean yang berjubel membuat kepala bertambah pening. Bruuuk! Satu per satu warga yang mengantre sembako pun jatuh pingsan. Setidaknya ada 4 warga yang dibopong ke pos kesehatan yang disiapkan panitia. Mereka yakni tiga orang ibu dan seorang anak perempuan berusia 15 tahun.Pemberian paket sembako sempat diwarnai kesalahpahaman. Seorang pria paruh baya diamankan panitia saat dia membagi-bagikan 5 kupon sembako miliknya kepada warga yang tidak menerimanya. Warga memberinya uang Rp 10 ribu per kupon.Kupon yang dibagikan tersebut lantas diambil panitia dan warga Bogor yang naas itu pun dimintai keterangan. "Dia orang baik hanya mau menolong kami. Dia tidak menjual kupon tetapi kami mengganti uang yang telah dikeluarkannya," keluh Fatimah, warga Citayam yang menerima salah satu kupon dari pria tersebut.Akibat kupon yang telah diterimanya disita panitia, Fatimah pun balik badan pulang sambil ngedumel. "Udah capek-capek datang dari pagi nggak dapat sembako. Apes banget mana belum masak lagi," keluh Fatimah.Selang beberapa jam, 5.000 paket sembako habis terjual. Paket sembako yang menggiurkan itu sendiri terdiri dari 2 kg gula pasir, 2 kg beras, 1 kg minyak sayur, 1 kg tepung terigu, dan 10 bungkus mi instan.Beberapa warga terpaksa gigit jari akibat tidak kebagian sembako. Namun demikian, kekecewaan mereka pun terobati dengan dijualnya paket 10 mie instan seharga Rp 2 ribu perak.Paket mie memang khusus disediakan bagi warga yang tidak mendapat jatah sembako. Agar pembagian rata dan tidak dobel, bak pemilu, warga wajib mencelupkan jari mereka ke botol tinta."Saya tidak kebagian kupon padahal antre sejak jam 11.00 WIB. Lumayan dapat mie buat buka dan sahur," komentar Kartono, warga Kebagusan yang bekerja jadi pengangkut sampah ini. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads