SBY Tidak Akan Berani Reshuffle

SBY Tidak Akan Berani Reshuffle

- detikNews
Sabtu, 22 Okt 2005 13:40 WIB
Jakarta - Ikatan politik yang membelit SBY membuat pemerintahannya jadi terkekang. Persoalannya terlalu kompleks sehingga tidak ada alasan yang cukup kuat bagi SBY untuk berani mengambil tindakan reshuffle."Baru beberapa bulan kabinet bekerja, betapa kompleknya persoalan, jadi tidak ada jaminan politik untuk mengambil tindakan sedrastis itu (reshuffle)," kata pengamat politik CSIS J Kristiadi.Hal ini disampaikan dia dalam acara diskusi bertajuk "Setahun kabinet bersatu dan dukungan partai-partai" di Mario's Place, Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/05)."Lebih-lebih tidak ada jaminan dari partai politik bahwa pergantian tersebut akan diganti oleh orang-orang yang sesuai dengan selera dan ukuran presiden dan wapres," tambah Kristiadi.Karena itu, dia menyakini tidak akan terjadi reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini. Menurut dia, yang harus diubah adalah kultur birokrasi yang sudah karatan dengan unsur KKN, bukan individunya."Itu bukan salah individu, tapi birokrasinya. Dalam ilmu komandan, tidak ada anak buah yg keliru, melainkan komandannya yang keliru. Memang SBY bukan komandan tentara, tapi dilihat dari perspektif ketatanegaraan, dia komandannya," cetus Kristiadi.Untuk itu, lanjut dia, SBY harus lebih tegas kepada para menterinya. Selain itu, harus ada deal yang tepat untuk dijadikan pedoman dan legitimasi dari SBY berupa ancaman kongkret."SBY sebaiknya memberikan satu kesempatan lagi kepada menteri-menterinya, karena dalam menilai satu tahun kinerja seorang menteri belum terlihat keberhasilannya," kata Kristiadi.Dia juga meminta masyarakat untuk mengambil pelajaran dari kampanye pemilihan presiden yang lalu. Masyarakat jangan percaya sepenuhnya dan membabi buta pada kampanye, terlebih-lebih mempunyai harapan yang berlebihan. "Jadi masyarakat harus didewasakan," tandas Kristiadi. (nik/)



Berita Terkait